Berita Tegal
Tahun Anggaran 2021, Tiga Sektor Ini Jadi Fokus Pemkot Tegal Pulihkan Ekonomi
Secara garis besar Raperda Kota Tegal tentang APBD Kota Tegal, untuk anggaran pendapatan direncanakan sebesar Rp 1.098.914.748.000.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pemkot Tegal memaparkan Pengantar Nota Keuangan Raperda Kota Tegal tentang APBD Kota Tegal Tahun Anggaran 2021 di hadapan anggota DPRD Kota Tegal, Senin (9/11/2020).
Pembacaan Nota Keuangan tersebut disampaikan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal.
Dedy Yon menyampaikan, pembangunan Kota Tegal pada 2021 diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
Baca juga: Dua Dokter Gigi RSGM Positif Covid-19, Begini Pernyataan Pihak Unsoed Purwokerto
Baca juga: Dibatasi Maksimal Berumur 50 Tahun, PKL di Alun-alun Purwokerto Akan Direlokasi ke Raga Semangsang
Baca juga: Terdeteksi Ada Lima Titik Rawan Bencana, PT KAI Daop V Purwokerto Siagakan AMUS
Baca juga: Pasar Minggon di Kompleks GOR Satria Purwokerto Boleh Buka Lagi, Ini Syarat yang Diajukan Bupati
Adapun yang menjadi fokus ada di sektor ekonomi yang menjadi unggulan Kota Tegal.
Yaitu industri, perdagangan, jasa dan pariwisata.
Ia mengatakan, pembangunan Kota Tegal pada 2021 diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan jangka menengah periode RPJMD 2019-2024.
"Adapun perwujudan dari sasaran pembangunan pada 2021 difokuskan pada enam prioritas," kata Dedy Yon kepada Tribunbanyumas.com, Senin (9/11/2020).
Dedy Yon menjelaskan, fokus pertama yaitu percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran.
Kedua peningkatan kualitas hidup dan kapasitas Kota Tegal yang berdaya saing.
Ketiga pemantapan infrastuktur kota guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.
Keempat pengembangan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kelima pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusivitas wilayah serta perbaikan kapasitas fiskal daerah.
"Terakhir, pengembangan inovasi dan teknologi informasi pendukung Tegal Smart City," ungkapnya.
Dedy Yon juga menjelaskan, ada lima fokus dalam kebijakan belanja daerah pada 2021.
Pertama, fokus belanja diarahkan untuk pemulihan ekonomi, peningkatan kualitas kesehatan dan jaring pengaman sosial.