Breaking News:

Berita Magelang

Pengungsi Merapi di Magelang Bertambah, Tempat Pengungsian Diperbanyak Jadi 7 Titik. Ini Lokasinya

Hingga Sabtu sore, jumlah pengungsi terus bertambah. Akibatnya, titik pengungsian juga dibuka lagi di tiga tempat sehingga menjadi 7 titik pengungsian

Editor: rika irawati
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau lokasi pengungsian yang menerapkan pembatasan dengan bilik bersekat triplek di Kabupaten Magelang, Jumat (6/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS, MAGELANG - Hingga Sabtu sore, jumlah pengungsi terus bertambah. Akibatnya, titik pengungsian juga dibuka lagi di tiga tempat sehingga menjadi tujuh titik pos pengungsian.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto.

"Kemarin (Jumat, Red), ada 607 pengungsi. Saat ini, jadi 635 orang. Tambahan 28 pengungsi ini berasal dari Desa Ngargomulyo dan Paten, Kecamatan Dukun," ujar Edy saat meninjau pos pengungsian Merapi di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan, Sabtu (7/11/2020) siang.

Baca juga: Erupsi Merapi dan Masa Pandemi, Warga Magelang Mulai Mengungsi di Bilik Bersekat, Ini Kata Ganjar

Baca juga: Ganjar Senang Warga Sudah Siap Sewaktu-waktu Mengungsi, Cek Desa Terdekat Gunung Merapi di Klaten

Baca juga: Gunung Merapi Berstatus Siaga, 4 Destinasi Wisata di Jarak 5 Km Ditutup. Jip Wisata Masih Beroperasi

Baca juga: Status Gunung Merapi Naik Jadi Siaga, BPBD Sleman Siapkan 3 Tempat Pengungsian

Tambahan pengungsi ini, lanjut Edi, langsung ditempatkan di Balai Desa Tamanagung dan tiga gedung lain, yakni Gedung Muhammadiyah, Gedung PPP, dan Gedung PDI seta lapangan futsal.

Sebelumnya, pos pengungsian Merapi di wilayah Kabupaten Magelang hanya ada empat titik.

Titik tersebut adalah, Balai Desa Deyangan, Balai Desa Mertoyudan, Balai Desa Banyurojo, dan Balai Desa Tamanagung.

"Seperti kemarin, kepada para pengungsi tetap dilakukan protokol kesehatan dengan dilakukan rapid test," jelas Edy.

Logistik tersedia tiga hari ke depan

Sementara, terkait logistik, Edy mengatakan, pihaknya sejak awal sudah mengetahui jumlah penduduk di beberapa desa yang akan mengungsi.

Ia memastikan, logistik akan tersedia sampai tiga hari ke depan.

"Jadi, kami sudah mengetahui sejak awal bahwa di sembilan dusun di tiga desa yang akan mengungsi itu jumlah penduduknya kurang lebih 2.625 orang. Sekarang ini, yang sudah mengungsi 635 orang. Jadi, sisanya masih dalam pantauan kami dan kami sudah siaga apabila sisanya nanti juga mengungsi," paparnya.

Dengan status siaga (level III) Merapi ini, masyarakat juga turut berperan serta memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi di pos-pos pengungsian.

Baca juga: Menang 2-0 Atas Newcastle United, Southampton Puncaki Klasemen Sementara Liga Inggris

Baca juga: Lagi, Video Asusila Perempuan Mirip Gisel Hebohkan Jagad Media Sosial

Baca juga: Ditemani Wayang Orang Sriwedari, Kapolsek Gajahmungkur Semarang Bagi Sembako di Taman Sampangan

Baca juga: Pemkab Batang Tetapkan Status Siaga Hadapi Bencana di Musim Hujan

Mereka telah memberikan bantuan dalam bentuk gas, tikar, dan kebutuhan untuk pengungsi lain.

"Inilah napas Indonesia. Masyarakat bergotong-royong bahu-membahu memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi. Mari, bagi siapa saja yang akan memberikan bantuan, silakan bisa langsung ke pos-pos pengungsian yang ada," ungkap Edy. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Jumlah Pengungsi Merapi di Magelang Bertambah, Total 635 Orang di 7 Titik.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved