Breaking News:

Berita Batang

Pemkab Batang Tetapkan Status Siaga Hadapi Bencana di Musim Hujan

Bupati Batang Wihaji menetapkan status Siaga Bencana di wilayah tersebut.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Jalan penghubung antar desa rusak akibat penurunan tanah di Desa Jolosekti, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Februari lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji menetapkan status Siaga Bencana di wilayah tersebut. Status ini ditetapkan sebagai antisipasi terjadinya bencana selama musim hujan yang mulai berlangsung.

"Untuk itu, kami keluarkan edaran mengenai status siaga bencana di Kabupaten Batang, yang berlaku dari 1 Oktober hingga 1 Juni tahun depan," terangnya, Sabtu (7/11/2020).

Wihaji mengatakan, pihaknya tak hanya mengantisipasi longsor tetapi juga telah memetakan bencana lain yang mungkin datang saat hujan.

Armada, dan perlengkapan kegawatdaruratan wajib pun telah dipersiapkan. Selain itu, BPBD sebagai leading sektor harus siaga.

"Intinya, harus respon cepat, saat ada bencana harus langsung turun membantu. Hal itu juga sebagai upaya pelayanan prima ke masyarakat, pokoknya bantu dan bantu saat ada bencana," tambahnya.

Baca juga: UMK Batang 2021, Apindo dan KSPSI Masih Saling Ngotot, Pembahasan Dilanjut Pekan Depan

Baca juga: Hanya 1 Kecamatan Bukan Zona Merah, Ini yang Dilakukan Pemkab Batang Tekan Penyebaran Covid-19

Baca juga: Bangunan Semi Permanen Rusak di Pantai Depok, Mobil Tertimpa Pohon, Angin Kencang Ngamuk di Batang

Baca juga: Jadi Surga Investasi Skala Nasional, KIT Batang Diprediksi Mampu Serap 150 Ribu Pekerja

Sementara, terkait wilayah rawah bencana, Wihaji menyoroti daerah rawan longsor di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Batang.

Dia pun meminta warga mengganti tanaman padi di sawah dengan tanaman keras.

Imbauan ini disampaikan Wihaji untuk mencegah tanah longsor setelah ditemukan penurunan tanah atau sinkhole di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Akar tanaman keras ini nantinya diharapkan bisa mencengkram tanah di sekitarnya sehingga bisa meminimalkan penurunan tanah.

Menurut kajian Balai Energi dan Sumber Daya Mineral (BESDM) Provinsi Jateng, 24 hektar lebih areal persawahan di Desa Jolosekti berpotensi mengalami penurunan tanah.

Hingga kini, Pemkab Batang masih memantau pergerakan tanah di wilayah tersebut.

"Saat awal terjadi sinkhole, penurunan tanah di sana mencapai 50 sentimeter. Namun, pantauan kami saat ini, tanah di sana tidak mengalami penurunan. Meski begitu, kami tetap mewaspadi potensi bencana tersebut," ujarnya. (*)

Baca juga: Kesal Lihat Pacar Mabuk, Gadis Asal Magelang Berusaha Lompat dari Jembatan Bangetayu Kota Semarang

Baca juga: Anggota Satgas Yonif Rider 400/BR Tewas saat Patroli di Titigi Papua, Kontak Senjata dengan KKB

Baca juga: Tertangkap Basah, Empat Pencuri Diamankan saat Turunkan Baliho di Depan Pasific Mall Tegal

Baca juga: Ditemani Wayang Orang Sriwedari, Kapolsek Gajahmungkur Semarang Bagi Sembako di Taman Sampangan

Penulis: budi susanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved