Breaking News:

Berita Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih di Zona Merah, Ini Peringatan BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat, perekonomian Indonesia di kuartal III-2020 tumbuh minus 3,49% year of year (yoy).

Editor: rika irawati
Kontan/Dok BPS
Kepala BPS Suhariyanto memaparkan data neraca dagang September 2020 di kantor BPS Pusat, Jakarta, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum bisa bangkit dari zona negatif. Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat, perekonomian Indonesia di kuartal III-2020 tumbuh minus 3,49% year of year (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meski masih berada di zona negatif, pertumbuhan ekonomi di periode Juli 2020 hingga September 2020 tersebut telah menunjukkan pertumbuhan yang positif, bila dibandingkan dengan kuartal II-2020.

Bila dilihat secara kuartalan, perekonomian Indonesia nampak tumbuh 5,05% qtq.

"Artinya, terjadi perbaikan ekonomi yang cukup signifikan dan ini bisa menjadi modal yang bagus untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020. Dan kita berharap, di kuartal IV akan menjadi lebih baik, apalagi dengan pelonggaran PSBB," ujar Suhariyanto via video conference, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Jateng Minus 5,94 Persen, Ini Strategi Gubernur Ganjar Pranowo

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen, Apindo: Kita Pernah Alami Kondisi yang Lebih Buruk

Baca juga: Kemenparekraf Sebut Ciri Batik Khas Batang Bisa Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi

Pola perbaikan pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Menurut pemantauan BPS, pergerakan perekonomian di berbagai negara pada kuartal III-2020 juga menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan dengan kuartal II-2020.

Akan tetapi, Suhariyanto tak memungkiri kalau jalan menuju perbaikan ekonomi sangatlah terjal.

Apalagi, dengan pandemi Covid-19 yang masih mewabah dimana-mana yang bahkan membuat beberapa negara kembali melakukan lockdwon, seperti Jerman, Perancis, Inggris, dan Austria.

Untuk itu, Suhariyanto pun mewanti-wanti, untuk Indonesia sendiri terus sigap dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Ini merupakan salah satu cara untuk membangun kembali perekonomian.

"Karena banyak negara kasus positif Covid-19 di beberapa negara terus meningkat, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kuartal-kuartal mendatang," tandasnya. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Meski ekonomi Indonesia mulai membaik di kuartal III, BPS peringatkan hal ini.

Baca juga: Awan Berbentuk Pusaran Angin Tutupi Puncak Gunung Lawu, Warga: Ngeri Juga

Baca juga: Dibatasi Maksimal Berumur 50 Tahun, PKL di Alun-alun Purwokerto Akan Direlokasi ke Raga Semangsang

Baca juga: Pelatih Shin Tae-yong Umumkan 33 Pemain Peserta TC Virtual Timnas U-19, Nama Bagus Kahfi Tak Muncul

Baca juga: Absen Lagi, Rossi Bakal Digantikan Garrett Gerloff di MotoGP Eropa

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved