Berita Banyumas

Update Banjir di Banyumas, Warga Terdampak Mulai Alami Gatal-gatal Hingga Demam

Warga Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas yang mengungsi akibat banjir mulai terserang gatal-gatal, pusing, hingga demam.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pengungsi bencana banjir di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas mulai terserang gatal-gatal, pusing, hingga demam.

Dinkes Kabupaten Banyumas pun menerjunkan tenaga medis di posko pengungsian banjir untuk memeriksa kondisi kesehatan para pengungsi.

"Ada enam posko kesehatan yaitu di Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Plangkapan Kecamatan Tambak."

"Sementara di Kecamatan Kemranjen ada tiga titik."

"Di Desa Grujugan, Sirau, dan Sidamulya," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Status Tanggap Darurat Covid-19 Diperpanjang Lagi di Banyumas, Kali Ini Hingga Akhir November

Baca juga: Gandeng Tim Psiko Sosial, Begini Cara Pegiat KPAI Banyumas Kurangi Trauma Bencana pada Anak

Baca juga: Pelaku Sudah Empat Kali Ditangkap dalam Kasus Serupa, Kali Ini Bobol Toko Besi di Pekuncen Banyumas

Baca juga: Warga Sudah Bisa Kembali Nonton Film di Gedung Bioskop, CGV Cinemas Purwokerto Dibuka Pekan Ini

Sadiyanto menjelaskan, saat ini pengungsi mulai terkena sakit ringan, seperti gatal-gatal, pusing, hingga deman.

"Sejauh ini semua bisa tertangani dengan baik dan obat-obatan yang dibutuhkan juga tersedia dan mencukupi," tambahnya.

Setiap posko kesehatan ada 5-6 orang tenaga medis yang bertugas terdiri dari dokter dan perawat.

Ada juga dokter yang berkeliling ke rumah-rumah warga yang tidak mengungsi dan memilih bertahan. 

Tenaga medis juga bertugas memantau penerapan protokol kesehatan di lokasi pengungsian.

Sangat memungkinkan banyak warga yang mengungsi tidak sempat memakai masker.

Sehingga Dinas Kesehatan menyiapkan masker di pengungsian.

Dokter keliling yang bertugas di pengungsian, dr Harry mengatakan, masih ada warga yang memilih bertahan di rumahnya.

"Di Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak ada beberapa warga yang saya periksa, termasuk seorang nenek."

"Alhamdulillah sehat, hanya diberi vitamin dan obat-obatan ringan untuk meningkatkan daya tahan tubuh," jelasnya.

Hingga Senin (2/11/2020), masih ada ratusan pengungsi yang bertahan di beberapa titik pengungsian.

Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Ady Chandra menjelaskan, lokasi pengungsian ada di beberapa titik.

seperti di Masjid Baitunnikmah Desa Sirau, Kemranjen.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fathul Ulim, Desa Sirau, serta di MI Muhammadiyah Desa Sidamulya.  (Pertama Putra Sejati)

Baca juga: Berlaku Mulai Januari 2021, Upah Pekerja di Banjarnegara Minimal Wajib Rp 1.798.979

Baca juga: Operasi Zebra Candi Polres Banjarnegara, Prioritas Bersifat Edukasi dan Pencegahan

Baca juga: Polisi Berkostum Wayang Orang Hebohkan Pengunjung Pasar Segamas Purbalingga

Baca juga: Seluruh Ruangan KPU Purbalingga Disterilisasi Secara Mandiri, Pasca Satu Staf Positif Covid-19

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved