Kamis, 30 April 2026

Berita Banyumas

Update Banjir di Banyumas, Warga Terdampak Mulai Alami Gatal-gatal Hingga Demam

Warga Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas yang mengungsi akibat banjir mulai terserang gatal-gatal, pusing, hingga demam.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pengungsi bencana banjir di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas mulai terserang gatal-gatal, pusing, hingga demam.

Dinkes Kabupaten Banyumas pun menerjunkan tenaga medis di posko pengungsian banjir untuk memeriksa kondisi kesehatan para pengungsi.

"Ada enam posko kesehatan yaitu di Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Plangkapan Kecamatan Tambak."

"Sementara di Kecamatan Kemranjen ada tiga titik."

"Di Desa Grujugan, Sirau, dan Sidamulya," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Status Tanggap Darurat Covid-19 Diperpanjang Lagi di Banyumas, Kali Ini Hingga Akhir November

Baca juga: Gandeng Tim Psiko Sosial, Begini Cara Pegiat KPAI Banyumas Kurangi Trauma Bencana pada Anak

Baca juga: Pelaku Sudah Empat Kali Ditangkap dalam Kasus Serupa, Kali Ini Bobol Toko Besi di Pekuncen Banyumas

Baca juga: Warga Sudah Bisa Kembali Nonton Film di Gedung Bioskop, CGV Cinemas Purwokerto Dibuka Pekan Ini

Sadiyanto menjelaskan, saat ini pengungsi mulai terkena sakit ringan, seperti gatal-gatal, pusing, hingga deman.

"Sejauh ini semua bisa tertangani dengan baik dan obat-obatan yang dibutuhkan juga tersedia dan mencukupi," tambahnya.

Setiap posko kesehatan ada 5-6 orang tenaga medis yang bertugas terdiri dari dokter dan perawat.

Ada juga dokter yang berkeliling ke rumah-rumah warga yang tidak mengungsi dan memilih bertahan. 

Tenaga medis juga bertugas memantau penerapan protokol kesehatan di lokasi pengungsian.

Sangat memungkinkan banyak warga yang mengungsi tidak sempat memakai masker.

Sehingga Dinas Kesehatan menyiapkan masker di pengungsian.

Dokter keliling yang bertugas di pengungsian, dr Harry mengatakan, masih ada warga yang memilih bertahan di rumahnya.

"Di Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak ada beberapa warga yang saya periksa, termasuk seorang nenek."

"Alhamdulillah sehat, hanya diberi vitamin dan obat-obatan ringan untuk meningkatkan daya tahan tubuh," jelasnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved