Berita Banyumas
Gandeng Tim Psiko Sosial, Begini Cara Pegiat KPAI Banyumas Kurangi Trauma Bencana pada Anak
Rangkaian program trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir telah tersusun oleh Komunitas Psiko Sosial dari Fakultas Psikologi UMP Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Banjir yang terjadi di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas menyisakan trauma pada anak-anak.
Oleh karena itu, anak-anak yang mengalami trauma di wilayah bencana membutuhkan penanganan khusus.
Pegiat Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr Tri Wuryaningsih mengatakan, anak di daerah bencana perlu ditangani agar mereka bisa sehat secara lahir batin.
Baca juga: Pelaku Sudah Empat Kali Ditangkap dalam Kasus Serupa, Kali Ini Bobol Toko Besi di Pekuncen Banyumas
Baca juga: Warga Sudah Bisa Kembali Nonton Film di Gedung Bioskop, CGV Cinemas Purwokerto Dibuka Pekan Ini
Baca juga: Hasil Seleksi CPNS Banyumas Diumumkan, Peserta Tak Lolos Diberi Waktu 3 Hari Ajukan Masa Sanggah
Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja Kembali Digelar, Mahasiswa Ajak Bupati Banyumas Adakan Mimbar Terbuka
Dia bersama Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas pun melaksanakan trauma healing kepada anak korban banjir di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (1/11/2020).
"Secara lahir perlu mendapat asupan makanan yang baik."
"Secara batin dilakukan upaya "trauma healing"."
"Sehingga anak tetap sehat, bahagia, dan belajar secara tenang," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/11/2020).
Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat anak- anak usia dini di wilayah terdampak bencana banjir di Kecamatan Kemranjen.
Meliputi di Desa Sirau ada 15 anak, Sidamulya 30 anak, dan Grujugan 34 anak.
Mereka diberikan perlakuan khusus kepada anak- anak terdampak bencana banjir.
Seperti pengolahan, pemberian makanan yang dibedakan dengan orang dewasa, juga tempat khusus untuk anak di ruang trauma healing.
Rangkaian program trauma healing telah tersusun oleh Komunitas Psiko Sosial dari Fakultas Psikologi UMP Banyumas.
Tim Psiko Sosial UMP melakukan pendekatan psikologis kepada anak anak dengan mengajak berkegiatan.
Seperti senam, bermain, belajar bersama, makan bersama, dan istirahat cukup.
Upaya itu disambut baik, dan sangat membantu, khususnya dalam menangani banyaknya anak sakit ketika awal banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/trauma-healing-anak-banyumas.jpg)