Kunjungan Presiden Prabowo ke Banyumas
Banyumas Jadi Sorotan Nasional Pengelolaan Sampah, Kunjungan Prabowo Perkuat Posisi Banyumas
Berdasarkan jadwal, Presiden bertolak dari Halim Perdanakusuma menuju Cilacap pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo direncanakan akan melakukan kunjungan ke Banyumas, tepatnya peninjauan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026).
- Agenda ini menjadi sorotan, seiring capaian Banyumas yang dinilai berhasil mengelola sampah tanpa bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA) landfill.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan ke Kabupaten Banyumas, hari ini Selasa (28/4/2026).
Presiden direncanakan akan melakukan peninjauan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.
Agenda ini menjadi sorotan, seiring capaian Banyumas yang dinilai berhasil mengelola sampah tanpa bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA) landfill.
Berdasarkan jadwal, Presiden bertolak dari Halim Perdanakusuma menuju Cilacap pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.
Selanjutnya, Presiden melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter dan mendarat di Helipad Gor Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pukul 10.30 WIB.
Dari helipad, Presiden langsung menuju TPST BLE Kaliori untuk melakukan peninjauan sekitar pukul 10.40 WIB.
Lokasi ini menjadi salah satu pusat pengolahan sampah unggulan di Banyumas yang mengolah sampah organik menjadi maggot dan sampah anorganik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif industri semen.
Baca juga: BREAKING NEWS - Hari Ini Prabowo akan Kunjungi TPST BLE Kalibagor Banyumas, Apa Keistimewaannya?
Kunjungan Presiden kali ini memperkuat posisi Banyumas sebagai daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah.
Sejak 2018, Banyumas konsisten menekan timbunan sampah dan mengoptimalkan pengolahan berbasis TPST.
Namun, di balik capaian tersebut, masih terdapat tantangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas, Widodo Sugiri menyebut produksi sampah harian mencapai 700 ton, tetapi baru sekitar 493 ton atau 70 persen yang dapat diolah.
"Artinya masih ada sekitar 30 persen sampah yang belum tertangani. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.
Saat ini, pengelolaan sampah di Banyumas ditopang puluhan TPST yang dikelola 36 kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Pemerintah daerah pun menargetkan pembangunan 12 TPST baru pada 2026 untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani, seperti Gumelar, Lumbir, hingga Tambak.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Prabowo Lantik Jumhur Hidayat hingga Dudung Abdurachman
Keberhasilan Banyumas juga mendapat pengakuan internasional melalui hibah sebesar 150.000 dolar AS dari United Nations Capital Development Fund yang disalurkan melalui PT Banyumas Investama Jaya dan Greenprosa.
Selain agenda utama di TPST, kunjungan Presiden juga mencakup kegiatan internal di Java Heritage Hotel Purwokerto pada siang hari.
Sejumlah agenda lain seperti peninjauan Bulog, Sekolah Rakyat SMP 13 Baturraden, hingga Makam Tumenggung Yudhanegara II juga tercatat sebagai agenda tentatif bersifat incognito. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260428-tpst-kalibagor-kaliori.jpg)