Berita Otomotif

Sering Disepelekan, Ini Bahayanya Jika Mika Lampu Rem Motor Diganti yang Bening

Warna terang bohlam akan diserap terlebih dahulu ke mika baru keluar, tidak langsung mentah-mentah warna asli yang memang menyilaukan.

Editor: deni setiawan
Donny Apriliananda/KompasOtomotif
Desain lampu belakang futiristik dengan mika bening. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Saat ini modifikasi merupakan hal lumrah yang dilakukan oleh pecinta otomotif, tidak terkecuali pada sepeda motor.

Paling minim modifikasi adalah dengan menambah aksesoris.

Misalnya menempel stiker sampai yang total seperti memotong sasis.

Namun, modifikasi motor juga ada aturannya, jangan sekadar memperhatikan estetika atau bahkan tidak anti-sosial.

Ingat, masih ada pengguna jalan lain yang punya hak dan kewajiban yang sama.

Baca juga: Dinkes Purbalingga Sebut Ada Kelalaian Protokol Kesehatan di Setiap Tahapan Pilkada

Baca juga: Berlaku Mulai Januari 2021, Upah Pekerja di Banjarnegara Minimal Wajib Rp 1.798.979

Baca juga: Liga 1 Ditunda Lagi, Kontrak Habis Desember 2020, Brwa Nouri Mulai Berpikir Ulang di Bali United

Baca juga: Tol Layang Japek Bertarif Rp 20 Ribu Mulai November, Begini Penjelasan Kementerian PUPR

Trainer Yamaha Academy On Road dan Off Road, Setyo Sukaryo mengatakan, satu modifikasi yang dianggap sepele, keren, tapi berbahaya adalah mengganti mika lampu rem menjadi bening.

“Ketika motor melakukan pengereman, maka lampu rem yang menyala akan menyilaukan pengendara di belakangnya."

"Terkejut, pengendara di belakang biasanya refleks memejamkan mata, dan bisa menabrak Anda,” ujar Setyo seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (31/10/2020).

Bukan tanpa tujuan mika lampu stoplamp rata-rata berwarna merah, karena itu juga berfungsi sebagai filter cahaya.

Artinya warna terang bohlam akan diserap terlebih dahulu ke mika baru keluar, tidak langsung mentah-mentah warna asli yang memang menyilaukan.

Dengan bohlam yang umumnya memiliki daya antara 15 sampai 30 watt akan sangat menyilaukan bila terkena mata.

Wajar saja bila pengendara di belakang merasa terganggu karena visibilitasnya tiba-tiba bisa menjadi buta sesaat.

Tidak hanya berbahaya bagi orang lain, sinar terang pada lampu rem juga bisa membahayakan pengemudi itu sendiri.

Sebab, sinar terang pada lampu rem akan menutupi sinar lampu sein di sisinya.

Sehingga ada kemungkinan pengendara di belakang tidak tahu bila motor di depannya akan belok kiri atau kanan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved