Breaking News:

Berita Otomotif

Sering Disepelekan, Ini Bahayanya Jika Mika Lampu Rem Motor Diganti yang Bening

Warna terang bohlam akan diserap terlebih dahulu ke mika baru keluar, tidak langsung mentah-mentah warna asli yang memang menyilaukan.

Editor: deni setiawan
Donny Apriliananda/KompasOtomotif
Desain lampu belakang futiristik dengan mika bening. 

Dengan bohlam yang umumnya memiliki daya antara 15 sampai 30 watt akan sangat menyilaukan bila terkena mata.

Wajar saja bila pengendara di belakang merasa terganggu karena visibilitasnya tiba-tiba bisa menjadi buta sesaat.

Tidak hanya berbahaya bagi orang lain, sinar terang pada lampu rem juga bisa membahayakan pengemudi itu sendiri.

Sebab, sinar terang pada lampu rem akan menutupi sinar lampu sein di sisinya.

Sehingga ada kemungkinan pengendara di belakang tidak tahu bila motor di depannya akan belok kiri atau kanan.

Aturan tersebut sebetulnya sudah dijelaskan pada PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan Pasal 23.

Pada pasal tersebut menjelaskan warna lampu yang diperbolehkan, salah satunya yaitu lampu rem yang harus berwarna merah.

Setyo menyayangkan kebiasaan pengendara yang tidak mau tentang aturan.

Menurutnya, belajar tentang peraturan tersebut bisa dengan mudah dicari lewat Google.

“Pengendara berpikir bahwa hal yang diperbolehkan memodifikasi kendaraannya tanpa menyadari sisi safety untuk diri sendiri dan orang lain,” paparnya. (*)

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved