Breaking News:

Berita Banyumas

Santri di Banyumas Gelar Istigasah Bersama Meminta Pandemi Covid-19 Berakhir

Santri di Banyumas menggelar istigasah di Alun-alun Purwokerto, Senin (26/10/2020).

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Santri di Banyumas menggelar istigasah di Alun-alun Purwokerto, Senin (26/10/2020). Mereka berdoa bersama memohon pertolongan Allah agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Istigasah bersama ini diikuti pula bupati dan wakil bupati Banyumas, kapolres, dandim, ketua MUI, kepala Kemenag, pengurus IPNU, IPPNU, dan perwakilan santri se-Kabupaten Banyumas.

Panitia acara istigasah bersama, Muhammad Lukman, mengatakan, acara tersebut digelar juga untuk memperingati Hari Santri Nasional.

"Ini sekalian memperingati Hari Santri Nasional. Tema yang kami angkat adalah doa bersama tolak bala untuk Banyumas Sehat. Kebanyakan peserta adalah rekan IPNU dan IPPNU, sekitar 1000 orang. Intinya, agar pandemi segera teratasi dan Banyumas tetap kondusif," ujarnya sebelum acara.

Baca juga: Ruang Isolasi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Pekalongan Penuh, Pasien Satu Keluarga Akan Disatukan

Baca juga: Penanganan Covid-19 Klaster Ponpes, Sekretaris RMI PWNU Jateng: Ponpes Harus Dilihat sebagai Subjek

Baca juga: Kesembuhan 5 Santri di Banyumas Diklaim Lebih Cepat Setelah Hirup Uap Minyak Kayu Putih

Baca juga: Kasus dari Klaster Ponpes Bertambah, Ada 76 Santri di Watumas Banyumas Positif Covid-19

Diberitakan sebelumnya, ratusan santri di Banyumas sempat terpapar Covid-19.

Hal itu mendorong keprihatinan santri lain untuk sama-sama mendoakan kesembuhan dan keselamatan seluruh santri yang ada di Banyumas.

Muhammad Lukman yang juga santri di Pondok Pesantren Nurul Iman Banyumas menambahkan, dirinya dan santri lain di ponpes tersebut telah menjalani rapid test.

"Total ada 490 santri. Yang menjalani tes rapid ada sekitar 100 orang karena santri lain masih ada di rumah," jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, istigasah tersebut merupakan upaya memohon pertolongan dari Allah SWT agar warga mampu menghadapi cobaan.

"Terima kasih kepada IPNU dan IPPNU yang telah menginisiasi. Insyaallah, kalau semua ikhlas, doa kita akan didengar," ungkap bupati.

Baca juga: Sudah Surut, Banjir Genangi 113 Rumah di Kemranjen Banyumas Akibat Hujan Deras dan Luapan Air Sungai

Baca juga: Musim Hujan Datang, Berikut Peta Potensi Bencana di Banyumas: 11 Kecamatan Rawan Longsor

Baca juga: Waspadai Longsor, Hujan Diperkirakan Guyur Purwokerto dan Banjarnegara Malam Ini

Baca juga: Enam Rumah di Kunduran Blora Ludes Terbakar, Api Diduga Bersumber dari Pengasapan Kandang

Bupati berpesan supaya para santri kembali pada revolusi jihad yang berjuang berani mati.

Ikhlas, tekad kuat, dan berada di baris depan, merupakan ciri khas santri.

"Semoga semua sehat dan selamat. Tapi, jangan sembrono dan ceroboh karena ini justru ibadah melindungi orang lain. Jaga para kiai dan sesepuh supaya jangan terpapar Covid-19," pintanya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved