Berita Nasional

Disebut Sudah Langgar Hukum Jinayat, MPU Aceh Barat Minta Pemain PUBG Bisa Dicambuk

MPU Provinsi Aceh pada Juni 2019 telah mengeluarkan fatwa haram memainkan permainan daring PUBG dan sejenisnya karena timbulkan efek negatif.

Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, ACEH - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian menegaskan, setiap pemain game daring Player Unknown's Battlegrounds ( PUBG) dan sejenisnya yang mengandung unsur kekerasan atau peperangan, layak dihukum cambuk di muka umum. 

Pemain video game tersebut dianggap sebagai pelanggar syariat Islam di Aceh.

“Jadi sangat layak di Aceh sebagai negeri syariat ini."

"Pelaku yang melakukan tindakan haram yang dilarang di dalam agama Islam."

"Sangat layak diseret diberi sanksi untuk dihukum cambuk sesuai aturan yang berlaku di Aceh,” kata Teungku Abdurrani Adian seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Seri Balap MotoGP Indonesia, Lima BUMN Sponsori Mandalika Racing Team

Baca juga: Madiun Jadi Saksi Pertemuan Arda Naff dengan Tantri KotaK, Begini Kisah Cinta Mereka

Baca juga: DKK Karanganyar, Insentif Nakes Trip Kedua Sudah Masuki Pengajuan Pencairan, Ada 14 Puskesmas

Baca juga: Pelaku Letakkan Sabu di Rak Minimarket, Polresta Surakarta Sebut Cara Baru Peredaran Narkoba

Seperti diketahui, MPU Provinsi Aceh pada Juni 2019 telah mengeluarkan fatwa haram memainkan permainan daring PUBG dan sejenisnya.

Fatwa tersebut dikeluarkan karena permainan daring tersebut menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Permainan itu dianggap mengandung kekerasan, peperangan sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap akhlak dan psikologis pemainnya.

Meski fatwa haram game daring PUBG atau sejenisnnya saat ini belum ditindaklanjuti di dalam pemberian sanksi hukuman cambuk.

Tetapi Teungku Abdurrani menegaskan, Pemerintah Aceh sudah bisa melaksanakan ketentuan tersebut agar pemain PUBG bisa diberi sanksi.

“Meski belum ada penerapan sanksi, namun sebagai seorang muslim."

"Apabila masih terus memainkan game tersebut tentu mereka akan berdosa."

"Mereka juga akan mempertanggungjawabkan dosanya di akhirat kelak,” kata Teungku Abdurrani Adian.

Untuk itu, Teungku Abdurrani berharap kepada Pemerintah Provinsi Aceh segera merealisasikan fatwa tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved