Senin, 27 April 2026

Banyumas

Pasien Sekarat Diminta Serahkan ATM, Sultan Nusantara Tipu Warga Setengah Miliar

ATM pasien sakit dikuras habis Rp575 juta oleh sosok mengaku Sultan Nusantara. Polresta Banyumas turun tangan usut penipuan ini.

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
KETERANGAN KUASA HUKUM - Kuasa hukum korban Sultan Nusantara, Djoko Susanto, memberikan keterangan pers di Purwokerto, Senin (27/4/2026). Ia mendampingi 14 orang korban yang tertipu modus pengobatan alternatif abal-abal. 

Ringkasan Berita:
  • Sosok "Sultan Nusantara" dilaporkan atas penipuan berkedok pengobatan alternatif.
  • Salah satu korban yang sedang sakit dikuras tabungannya hingga Rp575 juta.
  • Penarikan ATM terjadi di Jatim, Jabar, dan Jateng padahal korban lumpuh sakit.
  • Korban akhirnya meninggal dunia, pihak ahli waris lalu resmi melapor ke polisi.
  • Modus pelaku dalih membersihkan harta, jumlah korban kini bertambah jadi 14 orang.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Fakta mencengangkan terungkap dalam kasus dugaan penipuan berkedok ajaran spiritual oleh sosok misterius yang mengaku sebagai "Sultan Nusantara Indonesia".

Meski korban dalam kondisi sakit parah hingga akhirnya meninggal dunia, uang di dalam rekeningnya justru terus dikuras melalui mesin ATM di berbagai daerah. Total kerugian materiel ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Korban terus bertambah

Kuasa hukum korban, Djoko Susanto, yang juga Ketua DPC Peradi SAI Purwokerto, mengungkapkan bahwa kasus ini terus berkembang seiring bertambahnya korban yang melapor.

"Dengan Sultan Nusantara yang kemarin sudah kita laporkan, pelapor yang kemarin hari ini juga akan dilakukan pemeriksaan. Dan hari ini datang lagi korban berikutnya bernama Rengga," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (27/4/2026).

Rengga diketahui merupakan salah satu ahli waris dari seorang perempuan bernama Sri. Dalam kasus ini, adik Rengga menjadi korban yang mengalami kerugian besar akibat bujuk rayu sang pelaku.

Berawal pengobatan bekam

Djoko menjelaskan, petaka bermula ketika korban yang sedang sakit parah menjalani pengobatan alternatif berupa bekam. Namun, situasi rapuh tersebut justru dimanfaatkan pelaku untuk menguasai akses keuangan korban.

"Kerugian itu berawal dari dia dibekam karena sakit, kemudian diminta ATM-nya. Tabungannya diambil, dan kerugian yang diderita sampai dengan dia meninggal dunia," jelas Djoko mengungkap kejahatan pelaku.

Total kerugian yang dialami korban tersebut ditaksir mencapai angka Rp575 juta dalam kurun waktu sekitar tiga tahun. Ahli waris korban yang berjumlah tiga orang kini seluruhnya berencana melaporkan kasus tersebut secara resmi.

Tarik lintas provinsi

Yang lebih mengejutkan, rekam transaksi penarikan uang dari ATM korban terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

"Padahal korban ini adalah orang yang sakit, yang tidak bisa pergi ke mana-mana. Semua data lengkap, pengambilan ATM ada yang di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Padahal pemilik ATM sendiri sudah tidak bisa berdiri," tegas Djoko.

Dalih membersihkan harta

Dalam keterangannya, Djoko juga membeberkan alasan tak masuk akal yang digunakan pelaku untuk meyakinkan korban agar mau menyerahkan kartu ATM. Uang tersebut diklaim akan digunakan untuk membersihkan harta secara spiritual.

"Kalau dalam istilah agama seperti sedekah atau tolak bala. Tapi tidak jelas disumbangkan ke yayasan mana. Itu nanti akan kita buktikan di kantor polisi," katanya meragukan.

Pihaknya pun memastikan akan kembali melaporkan kasus ini ke kepolisian dengan dugaan penipuan serta penodaan agama. Modus utamanya adalah pengobatan alternatif, lalu membujuk rayu korban hingga uangnya dikuras habis.

Polisi lakukan penyelidikan

Sejauh ini, jumlah korban yang terdata terus bertambah. Sebelumnya, terdapat sekitar 11 orang saksi korban dalam laporan awal. Kini, dengan tambahan korban baru, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 14 orang.

Laporan ini nantinya akan menunjuk satu perwakilan sebagai pelapor utama, sementara belasan korban lainnya berstatus sebagai saksi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved