Berita Nasional

Budi Susanto Gugat Pailit Maskapai Lion Air di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Begini Isinya

Pemohon meminta Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menerima dan mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan oleh pemohon untuk seluruhnya.

Editor: deni setiawan
Wartakota/Nur Ichsan
ILUSTRASI maskapai penerbangan Lion Air. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Seorang warga bernama Budi Santoso menggugat pailit PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada 22 Oktober 2020.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Sabtu (24/10/2020), perkara tersebut diajukan dengan nomor 343/Pdt.Sus- PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Pemohon meminta Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menerima dan mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan oleh pemohon untuk seluruhnya.

Baca juga: Empat Check Point Kembali Diaktifkan di Wilayah Perbatasan Banyumas, Diterapkan Mulai Pekan Depan

Baca juga: Lansia Punya Komorbid di Banyumas Diberi Gelang Warna Pink, Tanda Dilindungi dari Covid-19

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Banyumas Dibuka Lagi: Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat dan Masker

Baca juga: Surat Edaran Pembukaan Tempat Karaoke di Banyumas Digodok: Tak Boleh Ada PL, Tutup Pukul 22.00 WIB

Penggugat meminta pengadilan menetapkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara terhadap Termohon PKPU PT Lion Mentari Airline.

Yakni paling lama 45 hari terhitung sejak putusan a quo diucapkan.

“Mengabulkan Permohonan PKPU yang diajukan oleh Pemohon PKPU terhadap termohon PKPU."

"Dan menyatakan termohon PKPU berada dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang," bunyi petitum yang diajukan Budi Santoso.

Pemohon juga meminta pengadilan menunjuk dan mengangkat hakim pengawas dari hakim PN Jakarta Pusat untuk mengawasi proses PKPU terhadap termohon.

Dalam permohonannya itu, Budi Santoso juga menunjuk dan mengangkat Ronald Antony Sirait.

Itu adalah dari kantor pengacara Sirait, Sitorus, & Associates dan Monang Christmanto Sagala yang berkantor di Hotma Sitompul & Associates sebagai tim pengurus.

"Untuk bertindak sebagai tim pengurus untuk mengurus harta termohon PKPU dalam hal termohon PKPU dinyatakan dalam PKPU Sementara."

"Dan atau mengangkat sebagai kurator dalam hal termohon PKPU dinyatakan pailit," bunyi petikan permohonan perkara.

Terakhir, Budi juga memohon agar seluruh biaya perkara dibebankan kepada pihak maskapai tersebut.

Sedangkan status perkara dinyatakan dalam penetapan majelis hakim. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Maskapai Lion Air Digugat Pailit"

Baca juga: Beralih dari BBM ke BBG, Pertamina Serahkan Perangkat Konverter Buat Nelayan Cilacap

Baca juga: BMKG: Dampak Tertinggi Akibat La Nina di Jateng Bagian Selatan, Seperti Cilacap dan Banyumas

Baca juga: Bupati Cilacap Berurai Air Mata Ceritakan Adiknya, Helmi Bustomi Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Pertamina Catat Kenaikan Produksi Pertamax di Kilang Cilacap, September Capai 1.445 Million Barrel

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved