Breaking News:

Berita Semarang

Kisah Eks Napiter di Kota Semarang, Dari Merakit Bom Hingga Dampingi Eks Napiter Lain Buka Usaha

Kesan sangar jauh dari sosok Machmudi Hariono alias Yusuf, mantan napi teroris atau eks napiter yang pernah berangkat ke Filipina untuk berjihad.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Yusuf (kiri depan), eks napiter, bersama warga sedang memilih bibit lele sebagai usaha baru mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Kota Semarang. 

Rinciannya, 88 TNT, 90 butir high empolsive, 750 kilo bahan peledak dan selebihnya peluru, kabel ledakan, 1.000 detonator, dan lainnya.

"Berhubung yang minta menyimpan bos maka saya tidak curiga tetapi saya kaget. Ketika tanggal 9 Juli atau satu bulan sebelum bom JW Marriot 1, kami ditangkap Densus 88 dengan dakwaan terlibat Bom Bali I karena barang tersebut merupakan sisa dari bahan bom Bali I," katanya.

Yusuf melanjutkan, bersama tiga temannya, dia dijebloskan ke penjara dengan dakwaan terlibat jaringan teroris.

Mereka dituntut Jaksa 20 tahun penjara namun vonis yang dijatuhkan 10 tahun.

Perjalanannya, mereka menjalani hukuman hanya 6 tahun karena berkelakuan baik dan kooperatif di Lapas Nusakambangan.

"Awalnya, kami ajukan banding dan kasasi lantaran kami yang disebut sebagai penjaga gudang hanya dimanfaatkan jaringan teroris tersebut. Kami memang menyimpan bom dan bisa merakit bom tetapi kami bukan pengebom," ujarnya.

Selepas keluar dari penjara pada tahun 2009, Yusuf dan kedua temannya memilih menjalani hidup baru, kembali dan berjanji tidak mau terlibat pada jaringan teroris.

Ia sendiri memilih kembali ke Semarang dan berkeluarga. Sedangkan temanya yang lain, berpencar ke daerah lain.

Kendala paling sulit selepas keluar dari penjara yang ia alami adalah faktor ekonomi karena saat itu tidak ada pekerjaan.

Meski pada akhirnya ia mendapatkan pekerjaan di restoran namun label sebagai teroris masih lekat padanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved