Penanganan Corona

Santri Positif Corona Tambah 76 Orang, FKPP Banyumas: Asal Klaster Ponpes Purwanegara Purwokerto

Terdapat penambahan 76 santri dari salah satu ponpes di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, yang terpapar Covid-19.

Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Juru Bicara FKPP Kabupaten Banyumas, Enjang Burhanudin Jusuf. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Banyumas, kembali bertambah.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Banyumas, Enjang Burhanudin Yusuf.

Dia mengatakan, terdapat penambahan 76 santri dari salah satu ponpes di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Diusulkan Enam Koridor Bus Trans Banyumas Raya, Target Sudah Beroperasi Mulai Februari 2021

Baca juga: Kasus dari Klaster Ponpes Bertambah, Ada 76 Santri di Watumas Banyumas Positif Covid-19

Baca juga: Didukung Pengusaha Angkutan Kota, Trans Banyumas Raya Ditarget Beroperasi Februari 2021

Baca juga: Bupati Banyumas Enggan Teken Penolakan UU Cipta Kerja, Demonstran Lakukan Lobi-lobi

"Total 104 yang diswab, yang pertama ada 10 orang yang positif."

"Lalu dilakukan swab massal kedua, sebanyak 93 orang dan keluar angka 66 santri itu positif," kata Enjang seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (17/10/2020).

Dengan penambahan tersebut, hingga saat ini tercatat tiga ponpes di Kabupaten Banyumas yang menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Enjang mengatakan, sebelumnya 11 santri di Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, dilaporkan positif Covid-19.

Sembilan telah sembuh dan dua masih diisolasi.

Kemudian di salah satu ponpes di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, kata Enjang, terdapat 328 orang yang positif.

Menurut Enjang, berdasarkan laporan Dinkes Kabupaten Banyumas per 13 Oktober 2020, tercatat 186 sembuh dan 142 masih diisolasi.

"Kondisi santri sehat rata-rata di atas 95 persen OTG."

"Jadi rata-rata santri itu secara fisik sehat, cuma karena dia positif jadi harus dikarantina biar tidak menyebar ke yang lain," jelas Enjang.

Sementara itu, Ketua FKPP Kabupaten Banyumas Dr Moh Roqib berharap kasus tersebut menjadi yang terakhir kalinya.

"Kebijakan lockdown pesantren dijalankan di semua wilayah di Banyumas sejak Maret 2020."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved