Pendidikan
Mayoritas Sekolah Terapkan KBM Tatap Muka di Blora, Ini Kendala Jika Bersistem Daring
Disdik Kabupaten Blora terpaksa menerapkan sistem pembelajaran blended learning atau campuran antara luring dan daring.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memaksa sistem pembelajaran dilakukan secara daring atau online.
Namun, rupanya sistem tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan di Kabupaten Blora.
Sekretaris Disdik Kabupaten Blora, Endang Rukmiati mengatakan, untuk mengantisipasi sulitnya penerapan pembelajaran daring, pihaknya menerapkan sistem pembelajaran blended learning atau campuran antara luring dan daring.
Baca juga: 75 Desa di Blora Masih Alami Krisis Air Bersih, BPBD: Tidak Separah Tahun Lalu
Baca juga: 2 Warga di Blora Meninggal Akibat Demam Berdarah
Baca juga: Terekam Berjoget dan Bernyanyi Tak Pakai Masker, Bupati Blora: Bahwa Saya Salah, Saya Mohon Maaf
Baca juga: Kubangan Diduga Bekas Sumur Minyak di Blora Semburkan Gas Berbau Menyengat
Pasalnya, untuk jenjang sekolah dasar atau SD memang sejauh ini menggunakan luring.
Sedangkan jenjang SMP untuk sistem daring sudah bisa berjalan meski tidak maksimal.
Endang mengatakan, sulitnya penerapan pembelajaran secara daring lantaran masih banyak siswa yang belum memiliki perangkat penunjang, semisal telepon pintar.
Hal itu diperparah dengan faktor kemiskinan yang akhirnya masing-masing orangtua belum mampu membelikan telepon pintar untuk belajar sang anak.
"Disamping itu SD banyak di sekolah pinggiran, jangkauan akses internet ini yang jadi kendala," ujar Endang kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (17/10/2020).
Dalam sistem pembelajaran luring, katanya, guru datang ke rumah siswa untuk mengajar atau semacam diskusi kelompok dengan siswa.
Masing-masing kelompok terdiri atas lima siswa.
Memang dalam pembelajaran daring sinyal itu hal mutlak.
Diakui masih ada sejumlah wilayah di Blora yang akses sinyalnya susah.
Sebagai solusi, maka pihaknya akan mendirikan tower di sekitar sekolah demi memudahkan siswa dalam belajar.
Wilayah yang susah sinyal seperti di Alas Malang, Kecamatan Jati kemudian beberapa wilayah di kecamatan Kradenan maupun Randublatung.
"Berapa kebutuhan tower, ini masih disurvei. Sedang proses," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/siswa-mts-pakis-banyumas-mengerjakan-ujian-di-bukit-dekimati.jpg)