Breaking News:

Pendidikan

Mayoritas Sekolah Terapkan KBM Tatap Muka di Blora, Ini Kendala Jika Bersistem Daring

Disdik Kabupaten Blora terpaksa menerapkan sistem pembelajaran blended learning atau campuran antara luring dan daring.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI - Relawan membantu siswa MTs Pakis, Grumbul Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang sedang mengerjakan ujian online di Bukit Dekimati, Kamis (24/9/2020). Mereka terpaksa mendaki bukit lantaran hanya di wilayah ini ada sinyal internet sementara sekolah tatap muka belum diizinkan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memaksa sistem pembelajaran dilakukan secara daring atau online.

Namun, rupanya sistem tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan di Kabupaten Blora.

Sekretaris Disdik Kabupaten Blora, Endang Rukmiati mengatakan, untuk mengantisipasi sulitnya penerapan pembelajaran daring, pihaknya menerapkan sistem pembelajaran blended learning atau campuran antara luring dan daring.

Baca juga: 75 Desa di Blora Masih Alami Krisis Air Bersih, BPBD: Tidak Separah Tahun Lalu

Baca juga: 2 Warga di Blora Meninggal Akibat Demam Berdarah

Baca juga: Terekam Berjoget dan Bernyanyi Tak Pakai Masker, Bupati Blora: Bahwa Saya Salah, Saya Mohon Maaf

Baca juga: Kubangan Diduga Bekas Sumur Minyak di Blora Semburkan Gas Berbau Menyengat

Pasalnya, untuk jenjang sekolah dasar atau SD memang sejauh ini menggunakan luring.

Sedangkan jenjang SMP untuk sistem daring sudah bisa berjalan meski tidak maksimal.

Endang mengatakan, sulitnya penerapan pembelajaran secara daring lantaran masih banyak siswa yang belum memiliki perangkat penunjang, semisal telepon pintar.

Hal itu diperparah dengan faktor kemiskinan yang akhirnya masing-masing orangtua belum mampu membelikan telepon pintar untuk belajar sang anak.

"Disamping itu SD banyak di sekolah pinggiran, jangkauan akses internet ini yang jadi kendala," ujar Endang kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (17/10/2020).

Dalam sistem pembelajaran luring, katanya, guru datang ke rumah siswa untuk mengajar atau semacam diskusi kelompok dengan siswa.

Masing-masing kelompok terdiri atas lima siswa.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved