Breaking News:

Penanganan Corona

Muncul Klaster Demonstrasi, Dinkes Kota Semarang Catat Ada 10 Buruh Positif Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, ada 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19 pada klaster tersebut.

TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Demonstran dihadang polisi saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan klaster baru penularan Covid-19, yakni klaster demo penolakan UU Cipta Kerja yang digelar buruh dan mahasiswa, pekan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, ada 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19 pada klaster tersebut.

Sepuluh orang merupakan pendemo dari kalangan buruh, sedangkan satu orang merupakan kontak erat dari pendemo.

Saat ini, mereka menjalani karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang.

"Dari klaster demo, ada 11 orang, termasuk kontak erat," ucap Hakam di Semarang, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Bertambah Lagi, 384 Santri di Cilacap Positif Covid-19, Mayoritas Tak Bergejala

Baca juga: Kasus dari Klaster Ponpes Bertambah, Ada 76 Santri di Watumas Banyumas Positif Covid-19

Baca juga: Didemo Mahasiswa di Istana Negara terkait UU Cipta Kerja, Jokowi Utus Stafsus Temui Mereka

Hakam menjelaskan, awal ditemukannya klaster demo bermula dari dua perusahaan di Kota Semarang yang melakukan upaya protektif lewat cara menginisisasi rapid test bagi buruh yang mengikuti demo.

Kemudian, terdapat buruh yang dinyatakan reaktif. Dinas Kesehatan pun langsung menindaklanjuti lewat tes swab terhadap buruh yang dinyatakan reaktif tersebut.

"Manajemen perusahaan sangat kolaboratif dengan kami. Begitu ada yang reaktif, mereka langsung melaporkan sehingga langsung kami swab," papar Hakam.

Saat ini, Dinas Kesehatan masih melakukan tracing atau penelusuran terhadap klaster demo.

Dia mengimbau kepada seluruh buruh maupun mahasiswa yang merasa sakit pascamengikuti demonstrasi, segera memeriksakan diri ke puskesmas. Hal ini sebagai upaya tracing dari Dinas Kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved