Berita Banyumas

Underpass Jenderal Soedirman dan Overpass Kebasen Diresmikan, Bupati Banyumas: Dulu Sering Macet

Dalam acara ini, Bupati Banyumas bercerita, sebelum pembangunan underpass, perlintasan di kawasan tersebut selalu macet.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Banyumas Achmad Husein dan Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menandatangani prasasti peresmian underpass Jenderal Soedirman dan overpass Kebasen di Kampung Underpass Purwokerto, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Achmad Husein akhirnya meresmikan underpass Jenderal Soedirman Purwokerto dan Overpass Kebasen. Peresmian ditandai penandatanganan prasasti bersama Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri, di Kampung Underpass, Kamis (15/10/2020).

Peresmian ini semula direncanakan pada awal tahun 2020 namun baru terlaksana hari ini.

Zulfikri mengatakan, pemerintah selalu berkomitmen dalam keselamatan transportasi.

Menurutnya, pembangunan underpass Jenderal Soedirman dan overpass Kebasen menjadi satu bukti kongkrit komitmen tersebut.

Baca juga: Gada dan Kudi Dipasang, Pengerjaan Proyek Tugu Gada Rujakpolo Purwokerto Tinggal 1 Persen

Baca juga: Banyumas Segera Punya BRT: Difasilitasi Kemenhub, Direncanakan Punya 6 Koridor

Baca juga: Ingin Bantu Damkar Banyumas, Tim Mahasiswa ITTP Kembangkan Robot Pemadam Kebakaran

Dalam UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, sudah diamanatkan bahwa perpotongan jalur kereta api dan jalan, harus dibuat tidak sebidang.

"Apa yang kami lihat sekarang, yaitu pembangunan underpass Jenderal Soedirman dan Overpass Kebasen adalah sesuai amanat Undang-undang tersebut," ujarnya di sela acara.

Dalam acara ini, Bupati Banyumas bercerita, sebelum pembangunan underpass, perlintasan di kawasan tersebut selalu macet.

Bupati bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat hingga pembangunan underpass dan overpass terwujud.

"Saat saya masih jadi wakil bupati. Rencananya dibuat overpass, design sudah siap dari provinsi," kata bupati Husein.

Namun, rencana pembangunan ini dinilai bakal memberi dampak sosial bagi warga. Termasuk, dampak ekonomi lantaran pembangunan overpass bakal menutup jalan besar di sekitar lokasi.

Baca juga: Polresta Banyumas Mulai Siaga, Antisipasi Demo Penolakan UU Cipta Kerja Hari Ini

Baca juga: Karimunjawa Dibuka Lagi untuk Wisatawan Mulai Besok, Pengunjung Dibatasi dan Harus Daftar Via Daring

Baca juga: Bawa Spanduk dan Bagikan Pamflet, Petugas Minta Warga Prioritaskan Kereta saat di Perlintasan KA

"Kasihan tukang becak, dokar, dan warga jika konstruksi overpass dilaksanakan. Harus muter sampai Kedungbanteng jika ingin ke arah timur sini atau sebaliknya," ujarnya.

Namun, lewat perencanaan matang dan sosialisasi, akhirnya pembangunan overpass dan underpass dapat terwujud. Tak hanya untuk kelancaran lalu lintas tetapi juga menjaga keselamatan warga maupun penumpang kereta api. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved