Berita Banyumas
Banyumas Segera Punya BRT: Difasilitasi Kemenhub, Direncanakan Punya 6 Koridor
Pemkab Banyumas mendapatkan bantuan angkutan umum berkonsep buy the service (BTS) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mendapatkan bantuan angkutan umum berkonsep buy the service (BTS) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Penandatanganan nota kesepahaman terkait program ini antara Pemkab Banyumas dan Kemenhub dilakukan Rabu (14/10/2020), di Pendopo Sipanji, Purwokerto.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan, skema BTS adalah sistem pembelian layanan oleh pemerintah kepada pihak swasta, untuk mengoperasikan angkutan. Program ini merupakan bagian dari Bus Rapid Trans (BRT).
Lewat penerapan BTS ini, sistem angkutan umum di Kabupaten Banyumas nantinya dinilai lebih simpel, rapi, pasti, aman, dan nyaman.
Baca juga: Hingga 2023 Ditarget Sudah Miliki Tujuh Koridor BRT Trans Jateng, Gubernur: Kurang Tiga Lagi
Baca juga: Ingin Bantu Damkar Banyumas, Tim Mahasiswa ITTP Kembangkan Robot Pemadam Kebakaran
Baca juga: Ingin Lindungi Lansia dari Covid-19, Bupati Banyumas Bakal Turun ke Desa Ingatkan Protokol Kesehatan
Budi mengatakan, Banyumas menjadi satu dari lima daerah yang mendapatkan bantuan BTS tahun 2021. Empat daerah lain tersebut adalah Bandung, Surabaya, Makassar, dan Palembang.
"Kalau sekarang operator full murni dari pihak swasta, saya menyiapkan anggarannya kemudian swasta yang akan mengelola," ujar Budi dalam acara.
Menurutnya, skema buy the service sudah dilakukan di beberapa kota di Indonesia, semisal Bali, Yogyakarta, Solo, Medan, dan Palembang.
Di Banyumas, rencananya ada enam koridor yang disiapkan. "Dan saya minta, trayeknya tidak hanya di Banyumas saja tapi bisa sampai di kabupten lain terdekat, semisal Purbalingga atau Cilacap, supaya ada aglomerasi," imbuhnya.
Budi mengatakan, pihaknya menganggarkan dana Rp 250 miliar untuk program ini.
"Kira-kira, untuk Banyumas mendapat kurang lebih Rp 30 miliar-Rp 40 miliar," jelasnya.
Pemda Banyumas, melalui APBD, rencananya juga akan menganggarkan dana untuk membangun shelter.
Nantinya, waktu tunggu antarbus sekira 10-15 menit untuk setiap armada. Tersedia 70-80 bus yang beroperasi.
Baca juga: Basarnas Cilacap Temukan Nelayan Hilang di Pantai Criwik dalam Kondisi Tak Bernyawa
Baca juga: Ketua Komnas PA Kota Semarang: Kasus Endar Tak Ada Kaitannya dengan Komnas Perlindungan Anak
Baca juga: Dilema PSIS Semarang: Sudah Merugi Rp 7,5 Miliar, Tetap Rugi saat Liga 1 Dilanjutkan Ataupun Tidak
Para penumpang dapat mengunduh aplikasi 'Teman Bus' untuk memantau keberadaan bus.
Budi mengatakan, lewat skema BTS ini diharapkan dapat mendidik masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum.
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, Pemkab Banyumas sangat mendukung program ini. Dia pun meminta dukungan perbankan untuk terlibat dalam program ini, khususnya dalam pembangunan shelter.