Penanganan Corona
Hasil Penelitian: Virus Covid-19 Bertahan Hidup Hingga 28 Hari di Layar Ponsel
Ahli dan Ilmuwan tak hanya meneliti obat dan vaksin yang tepat untuk melawan virus Covid-19 tetapi juga bagaimana virus tersebut bertahan hidup.
TRIBUNBANYUMAS.COM – Ahli dan Ilmuwan tak hanya meneliti obat dan vaksin yang tepat untuk melawan virus Covid-19 tetapi juga bagaimana virus tersebut bertahan hidup.
Di antaranya, yang dilakukan para peneliti dari Badan Sains Nasional Australia (CSIRO). Mereka meneliti mengenai berapa lama partikel virus corona dapat bertahan di permukaan suatu benda.
Dari penelitian yang dipublikasikan di Virology Journal sebagaimana dikutip dari Medical Express menunjukkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
- Virus SARS-CoV-2 akan bertahan lebih lama saat suhu lebih rendah.
- Cenderung bertahan lebih lama pada permukaan benda yang tidak berpori atau halus, semisal kaca, baja tahan karat, dan vinil, dibandingkan permukaan komplek berpori semisal kapas.
- Bertahan lebih lama di atas uang kertas dibandingkan uang kertas plastik.
Pentingnya cuci tangan
Wakil Direktur Pusat Kesiapsiagaan Penyakit Australia (ACDP) Dr Debbie Eagles mengatakan, hasil dari penelitian ini makin memperkuat bukti bahwa cuci tangan yang benar dan membersihkan permukaan suatu benda secara teratur adalah hal yang baik.
"Pada suhu 20 derajat celcius, yang setara dengan suhu ruangan, kami menemukan bahwa virus itu sangat kuat, bertahan selama 28 hari pada permukaan yang halus semisal kaca, yang ditemukan pada layar ponsel," kata Eagles dikutip dari The Guardian (11/10/2020).
Baca juga: Memiliki Warna Merah, Penampakan Virus Covid-19 Menginfeksi Sel Bronkial Dipublikasikan Peneliti
Baca juga: Perusahaan Lampu Jepang Luncurkan Lampu UV yang Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona
Baca juga: Pentingnya Jaga Jarak, Penyebaran Virus Covid-19 Bisa Lewat Tetesan Pernapasan di Udara
Dari penelitian ini juga menunjukkan virus corona penyebab Covid-19 dapat lebih lama bertahan dibandingkan Influenza A yang bertahan di permukaan benda selama 17 hari.
Direktur ACDP Profesor Trevor Drew juga menyampaikan, adanya penelitian ini maka dapat membantu menjelaskan presistensi nyata dan penyebaran virus di lingkungan sejuk.
Sebab, dari percobaan yang dilakukan pada suhu 30 derajat celcius dan 40 derajat celcius, waktu bertahan hidup SARS-CoV-2 menunjukkan penurunan.
Penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan guna mengembangkan bagaimana strategi mitigasi risiko penularan.
Ketahanan virus
Penelitian tersebut dilakukan dengan melakukan pengeringan virus dalam lendir buatan di permukaan benda yang berbeda.
Penelitian juga dilakukan dalam kegelapan guna menghilangkan efek sinar UV karena sejumlah penelitian menunjukkan sinar ini dapat mematikan virus.
Virus kemudian diberi perlakukan suhu yang berbeda.
Baca juga: Ingin Lindungi Lansia dari Covid-19, Bupati Banyumas Bakal Turun ke Desa Ingatkan Protokol Kesehatan
Baca juga: Tak Ingin Muncul Klaster Keluarga, Pemkab Tegal Sediakan Tempat Isolasi Covid-19 di 3 Rumah Sakit
Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Banyumas Hari Ini: Tertinggi di Purwokerto Selatan, Ada 47 Kasus
Secara lengkap, hasil penelitian yang disarikan dari Virology Journal sebagai berikut:
- Pada suhu 20 derajat celcius (berkisar suhu ruangan), virus dapat bertahan hingga 28 hari pada permukaan tidak berpori yang diuji, yakni kaca, permukaan polimer, baja tahan karat, vinil dan kertas.
- Pada bahan berpori (kain katun) virus hanya bertahan 14 hari.
- Kebanyakan virus tidak bertahan lama pada katun yang menunjukkan efek adsorpsi langsung.
- Pada suhu 30 derajat celcius, virus bertahan hanya selama 7 hari pada stainless steel, bahan polimer, dan kaca. Adapun pada vinil dan kain katun, hanya bertahan 3 hari.
- Untuk kertas, virus masih bisa bertahan selama 21 hari.
- Pada suhu 40 derajat celcius, kemampuan virus jauh berkurang. Virus bertahan tak sampai 24 jam pada kain katun dan kurang dari 48 jam untuk permukaan lain.
Dikritik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona.jpg)