Berita Tegal

Ratusan Pedagang Pasar Pangkah Tegal Kabur saat Tahu Akan Dites Swab

Sejumlah pedagang di Pasar Pangkah, Kabupaten Tegal, memilih kabur saat mengetahui akan dilakukan tes swab, Selasa (6/10/2020).

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal melakukan tes swab kepada pedagang di Pasar Pangkah, Selasa (6/10/2020). Tes ini dilakukan setelah empat pedagang di pasar tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Sejumlah pedagang di Pasar Pangkah, Kabupaten Tegal, memilih kabur saat mengetahui akan dilakukan tes swab, Selasa (6/10/2020).

Tes swab ini dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat setelah ada temuan pedagang di pasar itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Rencananya, tes swab akan dilakukan kepada 70 pedagang yang ada. Namun, realisasinya, hanya 46 pedagang yang diambil sampelnya.

Pasar yang biasa tutup pukul 12.00 WIB itu mulai sepi jelang tengah hari. Sejumlah pedagang sengaja menutup lebih cepat lapak mereka lantaran menghindari tes swab.

Ahli Waris Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Kota Salatiga Bakal Dapat Santunan Rp 15 Juta/Orang

26 Santri Ketahuan Positif Covid-19 setelah Seorang Santri Mengeluh Hilang Kemampuan Membau

10 Guru di Kota Semarang Positif Covid-19, Disdik: Bukan Klaster Sekolah

Pelaksana tugas (Plt) UPTD Pasar Wilayah 1, Ety Sutiarsih, mengatakan, pihaknya sengaja tidak memberi tahu pedagang mengenai tes swab massal itu. Tujuannya, pedagang tidak merasa takut.

Tapi, entah kenapa, informasi tes swab massal ini bocor sehingga sebagian besar pedagang kabur ketakutan.

"Tadi, yang sudah melakukan tes swab sekitar 50 orang, itu sudah digabung dengan petugas di pasar. Padahal, jumlah pedagang di Pasar Pangkah sekitar 300 orang. Tes swab ini diadakan sebagai tindak lanjut temuan empat pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19," ungkap Ety, pada Tribunbanyumas.com, Selasa.

Ety memastikan, pedagang yang belum menjalani tes swab telah dijadwalkan mengikuti tes swab berikutnya.

Terkait penutupan pasar, pihaknya belum mengambil langkah tersebut. Ety memilih menunggu hasil swab pedagang yang dilakukan hari ini.

Sementara itu, Camat Pangkah, Bambang Sihana mengatakan, pihaknya bersama Satgas setempat rutin mengadakan sosialisasi mengenai bahaya Covid-19 ini.

Terutama, mengenai kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin, dan menjaga jarak.

"Untuk penutupan pasar, kami menunggu arahan dari Gugus Tugas Kabupaten. Karena, kalau menutup paspar, pasti kaitannya dengan perekonomian warga juga. Ya, intinya menunggu hasil tes swab ini dan kedepan kami sesuaikan lagi," ujarnya.

Tulis Surat Terbuka untuk Buruh, Menaker: Jika Ingin 100 Persen Diakomodir, Itu Tidak Mungkin

Dugaan Pengeboran Ilegal di Dekat Api Abadi Mrapen, Ganjar: Pasti Ditindak

Viral Video Emak-emak Ngomel dengan Bahasa Ngapak ke Petugas, Ini Penjelasan Satpol Kota Tegal

Ribuan Buruh Jawa Tengah Siap Ikut Aksi Mogok Nasional Tolak UU Cipta Kerja

Hasil tes swab pedagang diperkirakan keluar sekitar dua pekan atau 14 hari ke depan.

Hasil swab akan diinformasikan secara daring melalui Dinkes Kabupaten Tegal dan diteruskan ke warga.

Salah satu pedagang Pasar Pangkah yang masih ada di lokasi, Kuntoro (53), mengatakan, sejumlah pedagang ketakutan mengetahui akan ada tes swab.

"Iya pada ketakutan, jadi pada kabur dan lari tadi. Makannya, yang biasanya jam 14.00 WIB masih ramai saja, ini sudah sangat sepi. Ya, karena pada takut di tes swab," tutur Kuntoro.

Ketika ditanya apakah sudah mengikuti tes swab, pedagang sembako ini mengaku belum mengikuti karena ia merasa baik-baik saja, tidak merasa keluhan apapun.

Ia juga mengaku tidak takut di tes swab. Namun, karena petugas masih berada di lokasi, akhirnya Kuntoro mau mengikuti tes swab.

"Tadi saya sempat tanya apakah tes swabnya bayar atau gratis. Karena ternyata gratis, ya akhirnya saya ikut di tes swab," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved