Berita Purbalingga

Kisah Heroik Usman dan Harun, Pahlawan Asal Purbalingga yang Mati Digantung di Penjara Singapura

Usman Janatin adalah pahlawan nasional yang kini menjelma menjadi nama kapal perang Republik Indonesia (KRI) Usman Harun.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Aryoto, adik ipar Usman Janatin di rumahnya, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga. 

Mereka memaksa penumpangnya turun dan menyerahkan perahunya.

Tubuhnya dilempar, perahunya dirampas.

Tingkat Kesembuhan Santri Positif Covid-19 Tinggi di Banyumas, 73 Orang Sudah Sembuh

Pelaku Incar Kios Pintu Terbuka di Banyumas, Mayoritas Curi Ponsel, Kini Mendekam di Penjara

Terbongkar! Kasus Perdagangan Anak di Banyumas, Orangtua Curiga Ada Benjolan di Alat Vital Anaknya

“Ada perahu boat mau menyeberang, oleh Usman dan Harun, dia dilempar, lalu perahunya dibawa kabur,” katanya.

Dengan kendaraan bertenaga BBM itu, Usman dan Harun melesat membelah gelombang.

Mereka kian jauh meninggalkan daratan.

Mereka harus lari sejauh mungkin agar lepas dari kejaran polisi yang meradang.

Nahas, perahu yang mereka tumpangi kehabisan energi di tengah jalan.

BBM yang menggerakkan mesin perahu tetiba habis.

Harapan untuk kembali ke bumi pertiwi terkikis.

Ini firasat, riwayat Usman dan Harun akan berakhir sama dengan nasib mesin perahu yang mereka tumpangi. 

Sementara musuh di belakang terus mengejar.

Perahu rampasan itu gagal menyelamatkan mereka dari kejaran polisi. 

Sang pengacau akhirnya tertangkap.

Mereka dibawa mendarat kembali ke Singapura untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved