Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Usulan Pilkada Serentak Ditunda, Gubernur Jateng: Dahulu Sudah Saya Usulkan Secara E-Voting

Dua organisasi keagamaan yakni PBNU dan Muhammadiyah secara tegas telah meminta pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Pusat untuk mempertimbangkan usulan beberapa pihak tentang penundaan Pilkada Serentak 2020.

Sebelumnya, dua organisasi keagamaan yakni PBNU dan Muhammadiyah secara tegas meminta pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Hal itu dikarenakan dinilai dapat membahayakan masyarakat.

DPS Pilkada Serentak di Jateng Ada 15.559.287 Pemilih, Terbanyak di Kota Semarang

KPU Bolehkan Konser Musik Saat Kampanye Pilkada, Gubernur Jateng: Ora Usahlah, Kanggo Ngopo

41 Bakal Paslon Ditegur Bawaslu Jateng, Diduga Tak Penuhi Aturan Protokol Kesehatan

Gubernur Ganjar Usulkan Debat Pilkada di Jateng Digelar Secara Virtual

"Iya, silakan dari Kementerian, Pemerintah Pusat, KPU, Bawaslu untuk menganalisis dan memperhitungkan."

"Memang kalau melihat di daerah zona merah itu berbahaya," kata Ganjar seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Ganjar mencontohkan, Jawa Tengah seperti di Kabupaten Boyolali sudah ada klaster dari para penyelenggara Pilkada.

"Maka kami menyarankan agar semuanya digelar virtual."

"Dahulu juga sudah diusulkan, mungkin tidak jika menggunakan e-Voting."

"Tapi karena ini belum terlalu dipercaya, bisa jadi masalah," ujarnya.

Ganjar mengatakan, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi daerah penyelenggara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved