Berita Jawa Tengah

Anak Bisa Disebut Penyebar Super, Setya Dipayana: Terpapar Tapi Tidak Merasakannya

Perlu adanya kesadaran dari masyarakat dan orangtua kepada anak dengan membuat adaptasi kebiasaan baru agar penularan itu tidak terjadi.

Editor: deni setiawan
Tribun Jogja/Santo Ari
ILUSTRASI - Petugas menunjukkan alat deteksi dini Covid-19 atau alat rapid test corona produksi dalam negeri dengan merk dagang RI-GHA Covid-19. 

"Anak-anak bisa disebut super spreader (penyebar super)."

"Anak-anak jadi carrier (pembawa)."

"Dia bisa menyebarkan ke mana pun tanpa terdeteksi," ucap dia.

Satu Guru Terlebih Dahulu Positif Covid-19, Menyusul Empat Lainnya di SDN Menganti 4 Cilacap

Pegawai BNNK Cilacap Positif Corona, Brigjen Pol Benny: Mayoritas Seusai Perjalanan Luar Daerah

Instruksi Bupati Banyumas: Seluruh Pegawai Pemkab Dilarang Pakai Masker Scuba

Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dari masyarakat dan orangtua dengan membuat adaptasi kebiasaan baru agar penularan itu tidak terjadi.

Caranya seperti yang sudah dianjurkan pemerintah yakni membiasakan anak-anak mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak.

"Harus memberikan edukasi yang jelas dengan bahasa yang mengena kepada anak-anak."

"Diberi pengertian jangan saling tukar masker karena gambar maskernya Doraemon atau gambar lainnya," tutur dia.

Sementara itu, psikolog Univeristas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Kuriake Kharismawan mengungkapkan, di masa pandemi ini, anak-anak itu terkungkung di dalam rumah.

"Oleh sebab itu agar tidak jenuh, maka di gadget pun mereka perlu dibuatkan tantangan."

"Beri mereka aneka lomba sehingga energi mereka tersalur secara positif."

"Jika dilarang terus, mereka pasti akan melanggar larangan itu dengan sembunyi-sembunyi," kata dia.

Selain itu, Kuriake juga melihat stigma pasien Covid-19 yang justru membuat mereka tersudut.

"Kami ingin masyarakat tidak memberi stigma negatif."

"Jangan dijauhi, bila mereka dinyatakan sembuh, berarti itu memang sembuh," ujar dia. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "538 Anak di Jateng Terpapar Covid-19"

KTP Tidak Diambil, Pelanggar Tak Bisa Lagi Duplikasi, Razia Masker Libatkan Dindukcapil Banyumas

Ada Dugaan Penyelewengan Dana Retribusi Sampah di DLH Purbalingga, Kajari: Periode 2017-2018

Waspada Ada Akun Facebook Palsu Bupati Purbalingga, Begini Cara Mudah Mendeteksinya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved