Berita Karanganyar
Sumur Emas di Gondangrejo Jadi Andalan Air Bersih Warga di Perbatasan Karanganyar-Boyolali-Sragen
Dirinya harus membayar retribusi ke pengelola kampung sebesar Rp 1.000 per jerigen air yang diambil dari Sumur Emas.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Warga Wonorejo, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Ahsani (50), terpaksa mengambil air dari sumber mata air Sumur Emas lantaran air dari sumur dalam miliknya mengandung kapur.
Ahsani, biasanya mengendarai sepeda motor matiK untuk membawa dua jerigen air yang diambil dari Sumur Emas. Jarak antara rumahnya dengan Sumur Emas sekitar 2 Km.
Dirinya harus membayar retribusi ke pengelola kampung sebesar Rp 1.000 per jerigen air yang diambil dari Sumur Emas.
"Ambil air di sini karena airnya beda dari sumur di rumah. Kalau sumur di rumah ada kadar kapurnya. Dulu, pernah masak air dari sumur di rumah tapi ada bekas kapurnya di alat masak," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (15/9/2020).
• Warga Desa Karangpucung Cilacap Mulai Alami Kekeringan dan Minta Bantuan Air Bersih
• Antisipasi Kekeringan, PDAM Kudus Bangun Delapan Sumur Baru
• Berkat Pompa Hidrolik Buatan Sudiyanto, Kini Warga Glempang Banyumas Tak Kesulitan Dapat Air Bersih
Dua jerigen air yang diambil Ahsani dari Sumur Emas dapat mencukupi kebutuhan konsumsi dan masak selama tiga hari.
Di rumahnya ada lima anggota keluarga. Sedangkan air dari sumur rumah digunakan untuk mandi cuci kakus (MCK).
"Saya sudah lima tahunan ambil air di sini. Ya alhamdulillah, air di sini (Sumur Emas) bisa langsung diminum," ucapnya.
Pengelola Sumur Emas, Gimin mengatakan, Sumur Emas ini ada sejak dulu. Namun, mulai dikelola warga Kampung Grenjeng RT 02 RW 02 Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, untuk memenuhi kebutuhan air dari masyarakat sejak awal Januari 2020.
Warga sekitar Desa Dayu, kerap mengambil air untuk kebutuhan konsumsi dari Sumur Emas.
Ada yang dari daerah perbatasan Karanganyar dengan Boyolali dan Sragen.
• Pasangan Eisti-Ali Serahkan Dokumen Pencalonan Kepala Daerah ke KPU Demak
• Alun-alun Purwokerto Bakal Direnovasi, Pedestrian Sisi Timur dan Barat Diperlebar 6 Meter
• Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Divonis Hukuman 4 dan 1,5 Tahun Penjara
Warga luar Dusun Grenjeng dan Jambu yang mengambil air dari Sumur Emas dikenakan biaya retribusi Rp 1.000 per jerigen. Sumur Emas buka setiap hari, mulai pukul 05.00 hingga 18.00.
"Rata-rata, per hari bisa sampai 250-300 jerigen," terangnya.
Dia menjelaskan, antrean warga yang ambil air kerap terjadi saat pagi dan sore hari.
Lanjutnya, sumber mata air ini belum pernah kering. Selain untuk kebutuhan konsumsi warga, beberapa orang juga mengambil air dari Sumur Emas untuk kemudian dijual lagi kepada warga yang tidak dapat ambil air secara langsung.
"Uang retribusi dikelola warga kampung untuk kegiatan sosial, perawatan jalan, membantu pembangunan masjid, dan bersih-bersih," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/warga-mengambil-air-di-sumur-emas-desa-dayu-kabupaten-karanganyar-selasa-1592020.jpg)