Berita Kudus

Antisipasi Kekeringan, PDAM Kudus Bangun Delapan Sumur Baru

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus menyiapkan delapan sumur baru di beberapa kecamatan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Editor: Rival Almanaf
TRIBUN TIMUR/muhammad abdiwan
Sejumlah anak bermain di daerah persawahan yang mengalami kekeringan di kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin/24/9/2018. BMKG Sulawesi Selatan menduga musim kemarau panjang akan berlangsung hingga bulan Oktober di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. (Tribun Timur) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus menyiapkan delapan sumur baru di beberapa kecamatan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Direktur Teknik PDAM Kudus, Yan Laksmana menuturkan, sejumlah sumur baru tersebut sebagai upaya untuk menghadapi musim kemarau.

Menurutnya, sumur tersebut akan menjadi alternatif jika terjadinya kekeringan yang berkepanjangan.

Video Bikin Nagih, Terbang Paralayang di Bukit Watu Kumpul

60 Orang Masih Dilaporkan Hilang Pasca Ledakan Lebanon

Wali Murid di Brebes Justru Minta Anak Belajar di Sekolah

"Kami secepatnya akan menyiapkan delapan sumur baru untuk mengantisipasi kekeringan dan dropping air," tuturnya, Sabtu (8/8/2020).

Yan mengatakan sumur baru tersebut akan lebih fokus di wilayah yang selama ini rawan kekeringan, yakni Kecamatan Undaan.

"Tahun lalu Undaan daerah yang paling terdampak," jelasnya.

Saat ini, PDAM Kudus memiliki 63 sumur yang masih berfungsi untuk menjadi penyimpanan cadangan air.

Dari jumlah keseluruhan sumur tersebut, 70 persen di antaranya telah dimaksimalkan untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan PDAM.

"Kebanyakan dari sumur yang ada ini masih berfungsi," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memiliki jaringan baru di Kecamatan Undaan yang diharapkan dapat menekan dampak kekeringan.

Seperti tahun 2019 lalu, sejumlah pihak secara bergiliran melakukan dropping air ke Kecamatan Undaan.

"Di Undaan kami memiliki jaringan baru, jadi kami upayakan tidak ada droping air di sana. Semoga jaringan baru bisa mengurangi dampak kekeringan tahun ini," ucapnya.

Dia memperkirakan, kuantitas air dalam tanah masih baik sehingga pelanggan di sembilan kecamatan bisa tercukupi semua.

"Debit air masih aman dan belum ada keluhan dari pelanggan.," tuturnya.

PT Liga Enggan Menanggung Akomodasi PSIS Jika Bermarkas di Yogyakarta, Mahesa Jenar Tetap di Citarum

Jajal Olahraga Paralayang di Bukit Watu Kumpul, Bupati Banyumas: Bikin Nagih

Pemuda 24 Tahun Cabuli dan Bunuh Anak 8 Tahun, Berdalih Kesal Kepada Orangtuanya

Yan memberitahukan, sejak 20 April 2020 telah memulai pekerjaan bak penampungan raksasa. Bak tersebut berbentuk glass tank yang memiliki diameter 28 meter dan kedalaman delapan meter.

Setelah selesai dibangun, pihaknya dapat memenuhi kebutuhan pelanggan hingga 16 ribu pelanggan dari suplai air di Bendungan Logung 200 liter per detiknya.

"Sumber airnya dari Bendungan Logung. jangkauannya nanti sampai Kecamatan Jekulo, Mejobo dan sebagian Kecamatan Dawe dan Bae," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait :#Berita Kudus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved