Breaking News:

Berita Cilacap

Warga Desa Karangpucung Cilacap Mulai Alami Kekeringan dan Minta Bantuan Air Bersih

Wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi tiga desa.

ANTARA/HO-BPBD Cilacap
Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Desa Karangpucung RT 01 RW 05, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi tiga desa.

Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy.

"Hingga akhir pekan kemarin, ada satu desa lagi yang mengalami kekeringan dan telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung," katanya dikutip dari Antara, Senin (14/9/2020).

Dampak Kekeringan Pertanian di Banjarnegara, Pemkab Bantu Petani Tanam Kedelai di Musim Kemarau

Bulan Ini Mulai Musim Kemarau, 15 Kecamatan Rawan Kekeringan di Purbalingga

55 Desa di Banyumas Berpotensi Alami Krisis Air Bersih

Ia mengatakan, bencana kekeringan tersebut dialami 237 keluarga yang terdiri atas 714 jiwa yang bermukim di lingkungan RT 01 RW 05.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Karangpucung tersebut pada Sabtu (12/9/2020).

"Dengan demikian, hingga pertengahan bulan September, di Kabupaten Cilacap telah ada tiga desa yang mengajukan bantuan air bersih karena mengalami kekeringan. Dua desa sebelumnya adalah Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten dan Desa Sidaurip di Kecamatan Gandrungmangu," katanya.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kata dia, jumlah desa yang mengajukan bantuan air bersih pada musim kemarau kali ini masih sedikit karena pada periode yang sama tahun sebelumnya (pertengahan September 2019), tercatat lebih dari 50 desa mengalami kekeringan.

Berdasarkan catatan Antara, BPBD Kabupaten Cilacap hingga 29 September 2019 telah menyalurkan bantuan air bersih 622 tangki untuk warga di 78 desa.

"Pada musim kemarau kali ini, kami baru menyalurkan bantuan air bersih sebanyak empat tangki untuk warga di tiga desa," kata Tri Komara.

Mayat Ariani Ditemukan setelah Tetangga Kos Dengar Anak Menangis Sejak Pukul 03.00 WIB

Tak Ada Lagi Pendaftar, Yuni-Suroto Dimungkinkan Lawan Kotak Kosong di Pilkada Sragen

Nama Joko Widodo Masuk Daftar Tim Pemenangan Gibran-Teguh di Pilkada Solo, Begini Penjelasannya

Menurut dia, hal itu disebabkan musim kemarau pada 2019 di Kabupaten Cilacap berlangsung selama tujuh bulan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di Kabupaten Cilacap tahun ini berlangsung lima bulan sehingga pada November diharapkan sudah turun hujan.

"Semoga tidak terlalu banyak daerah yang terdampak kekeringan. Apalagi, kemarin masih sering ada hujan di Cilacap meskipun hanya hujan ringan," katanya. (*)

Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved