Dampak Kekeringan Pertanian di Banjarnegara, Pemkab Bantu Petani Tanam Kedelai di Musim Kemarau

Dampak kekeringan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Banjarnegara tak separah kemarau tahun 2019 lalu.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/AKHTUR GUMILANG
ILUSTRASI, warga mengangsu di sebuah sumur areal persawahan di musim kemarau. Musim kemarau ini, sejumlah lahan pertanian di Banjarnegara dilaporkan sudah mengalami kekeringan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dampak kekeringan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Banjarnegara tak separah kemarau tahun 2019 lalu.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Totok Setya Winarna mengatakan, pihaknya menerima informasi, sejumlah lahan pertanian mulai mengalami kekeringan.

Tetapi, ia belum mengetahui pasti luasan lahan yang terdampak. Yang pasti, kata dia, lahan terdampak kekeringan tak seluas tahun lalu.

Direbutkan Dua Paslon yang Akan Bertarung, Rekomendasi PAN Purbalingga Jatuh ke Petahana Tiwi-Dono

Komplotan Pencuri Lintas Daerah Dibekuk, Incar Nasabah Bank di Purwokerto, Bagi Hasil di Yogyakarta

Mulai Hari Ini, Sekolah di Banyumas Bisa Ajukan Izin Membuka Kelas Tatap Muka. Ini Syarat Utamanya

Ini lantaran pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi agar dampak kekeringan di lahan pertanian saat kemarau bisa ditekan.

"Laporan, ada tanaman yang kekeringan tapi tidak separah tahun kemarin," katanya, Senin (31/8/2020)

Sebelumnya, pihaknya telah menggiatkan sosialisasi ke masyarakat agar mau mengubah kebiasaan tanamnya.

Petani diajak mengatur jadwal tanam dengan memerhatikan musim. Untuk musim tanam kedua (MT 2), petani diharapkan tidak menanam padi yang butuh pengairan cukup.

Petani diarahkan menanam palawija yang tidak butuh banyak air. Sehingga, petani tidak dipusingkan dengan risiko tanaman padi yang puso karena kekeringan.

Sebagian petani pun sudah mulai beralih menanam palawija sehingga dampak kekeringan tak begitu mereka rasakan.

Pihaknya juga membantu memberi bibit kedelai dan sarana produksi bagi petani, yang telah ditanam di 290 hektar lahan.

Lahan itu tersebar di tiga kecamatan yang menjadi langganan kekeringan, yakni Kecamatan Susukan, Mandiraja, dan Purwanegara.

"Di samping itu, kedelai juga bersifat menyuburkan tanah," jelasnya.

Warga Bawang Banjarnegara Menjerit, Dampak Pengeringan Irigasi Singomerto, Sudah Sembilan Hari

Tak Mau Disalahgunakan Lagi, Seluruh Camat di Banjarnegara Diminta Data Rumah Kos Wilayahnya

15 RTLH di Banjarnegara Bakal Direhab Gunakan Dana Zakat, Termasuk Usulan Pemkab

Dinas Pertanian juga memberikan bantuan bahan bakar minyak atau solar bagi petani terdampak kekeringan.

Petani yang lahannya kekeringan bisa mengajukan bantuan solar melalui kelompok tani.

Pihaknya telah menyiapkan mesin pompa berbahan bakar solar yang bisa dipinjam petani untuk mengairi lahannya sehingga bisa diselamatkan dari ancaman puso atau gagal panen.

"Syaratnya, dekat sumber mata air," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved