Breaking News:

Berita Tegal

276 Pemohon Ajukan Izin Nikah Dini di PA Slawi Tegal, Alasannya Mulai dari Ekonomi Hingga Hamil

Terhitung Januari sampai Agustus, ada 276 pemohon yang meminta izin di bawah umur menurut batasan undang-undang.

Istimewa
Ilustrasi Pernikahan 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pengadilan Agama (PA) Slawi, Kabupaten Tegal, kebanjiran permohonan rekomendasi menikah dini. Terhitung Januari sampai Agustus, ada 276 pemohon yang meminta izin di bawah umur menurut batasan undang-undang.

Humas PA Slawi Sobirin merinci, permohonan izini tersebut terdiri dari 189 permintaan dispensasi menikah diajukan Januari-Juni, 62 permohonan menikah diajukan di bulan Juli, dan 25 permintaan menikah diajukan Agustus.

Menurut Sobirin, angka ini meningkat dibanding Januari-September tahun lalu yang tercatat 63 permohonan menikah dini.

"Sesui Undang-undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019, yang diperbolehkan melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan usianya sama, yaitu minimal 19 tahun. Batasan umur yang meningkat dari aturan sebelumnya ini membuat jumlah pemohon menikah dini meningkat dengan berbagai alasan, bahkan bisa disebut memprihatinkan, yakni 276 pemohon," jelas Sobirin saat ditemui Jumat (4/9/2020).

Bus Karyawan Terparkir di Depan Pengadilan Agama Kendal Terbakar, Tiba-tiba Muncul Asap Diikuti Api

Warga Minta Dispensasi Nikah Masih Tinggi di Semarang, Didominasi Karena MBA

Hamil Duluan, Faktor Tingginya Permintaan Dispensasi Nikah di Cilacap

Ingin Menikmati Keindahan Air Terjun Sambil Ngadem? Yuk, Ke Curug Cipendok Banyumas

Terbang Terbawa Layangan Lalu Terjatuh, Remaja di Bantul Alami Patah Tulang dan Harus Operasi

Dijelaskannya, dispensasi adalah pemberian hak kepada seseorang untuk menikah meskipun usianya belum mencapai batas minimal 19 tahun.

Prinsipnya, seorang laki-laki dan seorang perempuan diizinkan menikah jika mereka sudah berusia 19 tahun ke atas.

Jika ternyata keadaan menghendaki, perkawinan dapat dilangsungkan meskipun salah satu dari pasangan atau keduanya belum mencapai usia dimaksud.

Sobirin menambahkan, alasan dari orangtua yang mengajukan permohonan dispensasi juga beragam, misalnya sudah terlanjur akrab sehingga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan lebih baik dinikahkan.

Ada juga yang sudah terlanjur hamil di luar nikah. Sehingga, orangtua mengajukan supaya segera dinikahkan.

"Kalau menurut saya, (jumlahnya) cukup memprihatinkan tapi kebanyakan pengajuan permohonan itu dari orangtua yang khawatir dan karena masalah ekonomi. Terpenting, dari kedua belah pihak memberikan pengertian atau pemahaman tentang pernikahan nantinya sehingga semuanya bisa berjalan baik," ujarnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved