Berita Banyumas
Secepatnya Kumpulkan Rekening, BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto: Diperpanjang Hingga 15 September
Bantuan diberikan kepada pekerja penerima upah kurang dari Rp 5 juta per bulan yang sudah terdaftar sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
Penyaluran subsidi dilakukan dua kali dengan nilai masing-masing Rp 1,2 juta setiap kali penyaluran.
Agus Widiyanto telah mengumpulkan 86.018 rekening dari 91.426 peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di wilayah kerjanya.
Yang meliputi Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga.
"Jadi kami cocokan satu-satu dengan data rekening bank."
"Data yang masuk ke pusat ada 15 juta jadi butuh waktu sehingga pembagian tidak bisa serentak," pungkasnya.
• Napi Terorisme Asal Karanganyar Meninggal, Jalani Hukuman Tiga Tahun di Nusakambangan Cilacap
• Gunakan Pola Integrated Farming, Pekarangan Warga Desa Mernek Cilacap Hasilkan Rp 2 Juta Tiap Bulan
• Bupati Purbalingga: Kades Tidak Usah Meminta, Pemkab Pasti Berikan Perhatian
• Calon Petahana Wajib Cuti Mulai 26 September, Ini Syarat Pendaftaran Paslon Versi KPU Purbalingga
Tahap Pertama Sudah Disalurkan
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya oleh Tribunbanyumas.com, sebagian pekerja swasta di Kabupaten Banyumas sudah menerima BSU dari Pemerintah Pusat pada Kamis (27/8/2020).
Para pekerja swasta menganggap BSU bagi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan itu sebagai penghargaan dari pemerintah.
Seperti diketahui, pemerintah sudah memberikan bantuan tahap pertama bagi pekerja yang rutin membayarkan iuran BP Jamsostek.
"Akan digunakan untuk belanja ataupun konsumsi rumah tangga," ujar seorang pekerja bidang media massa, Ibrahim kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (27/8/2020).
Hal itu disampaikannya seusai mengikuti Peluncuran BSU Tahap Pertama secara virtual di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto.
Terkait hal itu, Ibrahim berterima kasih kepada pemerintah karena telah memberikan bantuan demi mendukung kebutuhan keluarga.
"Sejak terjadinya pandemi Covid-19 penghasilan berkurang dan kebutuhan keluarga harus lebih hemat," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (27/8/2020).
Sementara itu, seorang perawat di sebuah rumah sakit swasta di Purwokerto, Tuti Amalia bersyukur dan sangat terbantu dengan adanya BSU pemerintah itu.
Penghasilannya sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit mengalami penurunan sejak terjadinya pandemi Covid-19.