Breaking News:

Teror Virus Corona

Wajib, Wisatawan Harus Tunjukkan Hasil Tes Rapid saat Berkunjung ke Tempat Wisata di Wonosobo

Angka pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di Kabupaten Wonosobo meningkat tajam dalam dua pekan terakhir.

TRIBUNBANYUMAS/Ist
Rapat evaluasi yang dihadiri Gugus Tugas Covid 19 kabupaten dan kecamatan, pengelola basecamp pendakian gunung di wilayah KKPH Kedu Utara dan Perhutani di Setda Wonosobo, Rabu (19/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Angka pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di Kabupaten Wonosobo meningkat tajam dalam dua pekan terakhir.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan, khususnya terkait penyelanggaraan wisata pendakian gunung maupun wisata pada umumnya di Kabupaten Wonosobo.

Rapat evaluasi yang dihadiri Gugus Tugas Covid 19 kabupaten dan kecamatan, pengelola basecamp pendakian gunung di wilayah KKPH Kedu Utara, serta Perhutani di Setda Wonosobo, Rabu (19/8/2020) itu menghasilkan beberapa poin.

Di antara poin itu, menurut Sekda Wonosobo yang juga Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 One Andang Wardoyo, ledakan wisatawan di sejumlah objek yang dibuka masih menjadi permasalahan bersama dalam pengelolaannya.

Bendera Merah Putih Pagari Telaga Cebong Dieng di Wonosobo, Panjangnya Capai 1.800 Meter

Wisata Dieng Mulai Dipadati Pengunjung, Tiga Hari Capai 26 Ribu Orang

Pendakian Gunung Prau Via Patakbanteng Dibuka, 100-an Pendaki Muncak Per Hari

Dalam kondisi seperti itu, protokol kesehatan nyatanya sulit diterapkan. Baik menyangkut kewajiban mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, hingga wajib sehat yang dibuktikan surat keterangan sehat.

Masalahnya, Andang menyebut, surat keterangan sehat yang dipersyaratkan selama ini tidak dipatuhi wisatawan.

Buktinya, banyak wisatawan yang meminta pelayanan surat keterangan sehat ke puskesmas atau klinik kesehatan di bawah Dinas Kesehatan Wonosobo, di sekitar komplek wisata atau besecamp pendakian.

"Ini menambah beban kerja tenaga kesehatan yang jumlahnya sangat terbatas dan harus dijaga dari potensi terinfeksi Covid 19," katanya, Jumat (21/8/2020).

Pihaknya khawatir, jika kondisi ini dibiarkan dan tidak diambil langkah serius, keselamatan masyarakat akan terancam hingga munculnya klaster baru Covid-19 di tempat-tempat wisata.

Bingung Cari Gedung Buat Hajatan? di Pendopo Wabup Banyumas Saja, Gratis!

Ajak Warga Kembali Belanja ke Pasar Wage, Pedagang Gelar Karnaval Keliling Pasar

Berkat Pompa Hidrolik Buatan Sudiyanto, Kini Warga Glempang Banyumas Tak Kesulitan Dapat Air Bersih

Karena itu, setiap wisatawan dari luar Wonosobo yang ingin berwisata ke Wonosobo, wajib dalam kondisi sehat.

Jika sebelumnya wisatawan cukup membawa surat sehat dari daerah asal, aturan baru mewajibkan mereka membawa hasil rapid test yang menunjukkan hasil nonreaktif, atau hasil negatif dari pemeriksaan RT PCR, terhitung sejak 14 hari dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, setiap pengelola wisata harus menjamin penerapan protokol kesehatan.

Khusus kewajiban jaga jarak aman, tidak lagi dilakukan dengan menghitung perkalian prosentase dari kapasitas maksimal.

Menjaga jarak wajib diterapkan minimal 1,5 meter antar sesama petugas dan antar pengunjung.

"Wisatawan atau tamu dari luar daerah, wajib rapid test," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved