Senin, 27 April 2026

Kepada Ibu, Pegawai KPU Asal Banyumas yang Tewas di Papua Curhat Sempat Diludahi, Laptop Dibanting

Ibunda Hendry Jovinski, Vivin Monika, mengaku masih tidak percaya kehilangan buah hatinya. Dia mengungkapkan kenangan putranya tersebut.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Lebih dari sepekan, kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo asal Banyumas, Hendry Jovinski (25) belum juga terungkap. Jumat (21/8/2020), Komisioner KPU RI Ilham Saputra menyambangi keluarga Hendry di Banyumas.

Komisioner KPU RI bersama jajaran KPU Banyumas mendatangi keluarga Hendry di rumah mereka di Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Banyumas untuk menyampaikan bela sungkawa.

Ibunda Hendry Jovinski, Vivin Monika, mengaku masih tidak percaya kehilangan buah hatinya. Dia mengungkapkan kenangan putranya tersebut.

Pemakaman Staf KPU Asal Banyumas yang Tewas di Papua, Ibu: Maafkan Mama Tidak Bisa Jaga Henry

Staf KPU asal Banyumas Hendry Jovinski Tewas di Yahukimo Papua

Wajib, Wisatawan Harus Tunjukkan Hasil Tes Rapid saat Berkunjung ke Tempat Wisata di Wonosobo

Saat Pemungutan Suara, Petugas KPU Jateng Bakal Datangi Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi

Vivin bercerita, Hendry memang masih sangat polos dan tidak ada prasangka negatif ketika bekerja jauh di Papua.

"Sudah hampir dua tahun bekerja, dia memang sengaja memilih yang jauh, katanya ingin mencari pengalaman dan jauh dari orang tua. Bahkan, dia berkeinginan membiayai kuliah adiknya, Helga," ujar Vivin Monika.

Hendry berangkat ke Papua pada April 2019. "Jadi, Hendry bercerita sempat mengalami ketakutan karena dia diludahi sama orang Papua ketika membeli barang di sana. Katanya, di sana, busur panah beterbangan, dibakar, laptopnya sempat dibanting," imbuhnya.

Karena mengalami kondisi tersebut, akhirnya Hendry pulang ke Banyumas, tanpa izin.

Namun, dia dipanggil kerja lagi dan memutuskan kembali ke Papua.

Dua hari sebelum kejadian, Hendry bercerita kepada sang ibu, dia tengah melakukan sosialisasi ke distrik-distrik selama tiga hari.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Hendry memang memiliki perawakan tinggi, berkulit putih.

Tidak heran, ketika di Papua, dia sering ditanyai orang Papua, asal daerahnya.

"Kalau kejadiannya seperti ini, saya gak izinkan dia kerja jauh, biar kerja apa aja di Banyumas," ucapnya.

Vivin sangat berharap, kasus tersebut dapat diusut secara tuntas dan pelaku dapat dihukum seberat-beratnya.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan, peristiwa pembunuhan Staf KPU Yahukimo Hendry Jovinski merupakan duka bagi seluruh KPU di Indonesia.

Staf KPU asal Banyumas Hendry Jovinski Tewas di Yahukimo Papua

Staf KPU Asal Banyumas Tewas di Papua, Ketua KPU Arief Budiman: Pelaku Harus Segera Diproses

Studi Baru Ungkap Urutan Gejala Covid-19, Dimulai dari Demam dan Diakhiri Diare

KPU Nyatakan Bajo Lolos Verifikasi dan Berhak Daftar sebagai Peserta Pilkada Serentak Solo

Kedatangannya, mewakili seluruh jajaran KPU RI, menyampaikan tali asih, yang merupakan donasi dari KPU-KPU seluruh Indonesia.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved