Breaking News:

Berita Kriminal

RAH Curi Timbangan Bayi, Congkel Jendela Ruang Posyandu, Kepergok Warga Desa Pandansari Banyumas

warga melihat pelaku sedang mencongkel jendela SD Negeri Pandansari yang bersebelahan dengan Balai Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas.

POLSEK AJIBARANG
Pihak kepolisian mengecek lokasi jendela Kantor Balai Desa Pandansari yang dicongkel pencuri, di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Kamis (20/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Diduga melakukan tindakan pencurian, Polresta Banyumas menangkap RAH (52) warga Kabupaten Ciamis, Rabu (19/8/2020).

Kapolsek Ajibarang, AKP Wawan Dwi Leksono mengatakan, kejadian tersebut diketahui warga yang sedang melakukan ronda pada Rabu (19/8/2020) dini hari.

Tersangka dikenai tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

PT KAI Daop V Purwokerto Kembali Tambah Jadwal Perjalanan Kereta Api, Ini Daftar Lengkapnya

Laboratorium PCR Covid-19 Unsoed Purwokerto Sudah Bisa Digunakan, Tiap Hari Mampu Periksa 95 Sampel

Dinkes Kota Semarang Tetap Gelar Imunisasi Bagi Siswa SD, Bukan di Sekolah Melainkan Puskesmas

KPU Sebut Persiapan Jelang Pilkada Serentak di Jateng Sudah 50 Persen

Diketahui bahwa pada saat itu, warga melihat pelaku sedang mencongkel jendela SD Negeri Pandansari yang bersebelahan dengan Balai Desa Pandansari.

"Pelaku melompat pagar Balai Desa Pandansari."

"Kemudian masuk dengan cara mencongkel pintu."

"Lalu masuk ke gedung posyandu dengan mencongkel jendela dan mengambil timbangan elektronik," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (20/8/2020).

Melihat kejadian tersebut, petugas ronda segera menghubungi warga lain dan membunyikan kentongan.

Akhirnya pelaku dapat ditangkap dan yang bersangkutan mengakui telah mengambil timbangan bayi elektrik milik Pemdes Pandansari.

Adapun barang termasuk kerusakannya nilai kerugian ditaksir sekira Rp 4 juta.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa satu timbangan bayi elektrik sudah disita guna penyidikan lebih lanjut.

"RAH dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan."

"Dia kami ancam pidana penjara paling lama tujuh tahun," pungkasnya. (Permata Putra Sejati)

Rapid Test Bawaslu Kabupaten Semarang, Talkhis: Semua Nonreaktif

KBM Tatap Muka Masih Dilarang, Semua Sekolah di Kendal, Boleh Jika Home Visit Guru ke Rumah Siswa

Mulai Pekan Depan Digelar Lebih Masif, Ini Sasaran dan Sanksi Operasi Protokol Kesehatan di Tegal

Mengenang Oey Kim Tjin, Warga Cilacap Pembawa Dokumen Negara saat Ibukota Boyongan ke Yogyakarta

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved