Prakiraan Cuaca
Siapkan Payung, Siang Ini Banjarnegara dan Purwokerto Diperkirakan Hujan
Sedangkan hujan lokal juga bisa terjadi di wilayah Batang, Kajen, Purbalingga dan Temanggung pada malam hari.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM - Berikut prakiraan cuaca dan peringatan dini di Jawa Tengah hari ini, Selasa (18/8/2020), dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Menurut Forecaster BMKG Kelas II Ahmad Yani Semarang Arif Nurhidayat, langit pada umumnya diprakirakan cerah berawan dan berawan.
Ada potensi ringan lokal yang terjadi di wilayah pegunungan bagian barat.
Sementara itu, laman resmi prakiraan cuaca memprakirakan bahwa sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan lokal pada siang dan malam hari.
Wilayah Banjarnegara dan Purwokerto diprakirakan mengalami hujan pada siang hari.
• Jadwal Pelaksanaan SKB CPNS 2019 Keluar Hari Ini, Begini Cara Mengeceknya
• Tiga Cara Mudah Membedakan Madu Asli dan Oplosan
Sedangkan hujan lokal juga bisa terjadi di wilayah Batang, Kajen, Purbalingga dan Temanggung pada malam hari.
Suhu udara di seluruh wilayah mulai dari 19 dan mencapai 34 derajat Celcius.
Kelembaban udara di seluruh wilayah berkisar antara 55 hingga 95 persen.
BMKG juga memberikan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan dan utara Jawa Tengah.
Wilayah Jawa Tengah sudah memasuki masa musim kemarau pada Mei 2020 lalu.
BMKG juga menyebutkan sejumlah penyebab turunnya hujan saat musim kemarau.
"Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Kesan kemarau yang kering kadangkala menjadi bias manakal diselingi turunnya hujan selama beberapa hari. Adanya perkembangan dinamika cuaca akibat hadirnya pola gangguan atmosfer di wilayah ekuator tropis dapat menghasilkan hujan di wilayah yang tengah mengalami musim kemarau," tulis BMKG.
• Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini 18 Agustus 2020 Capai Rp 1.084.000 Per Gram
• Jadwal Acara TV Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2020: Film Miami Vice di GTV Pukul 21.00 WIB
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa menjelang dan pada puncak musim kemarau, langit pada umumnya cerah atau hampir tidak ada awan pada sepanjang hari.
Kondisi tersebut menyebabkan energi matahari tidak banyak mengalami halangan untuk masuk permukaan bumi sehingga suhu pada siang hari menjadi terasa lebih hangat.
"Beberapa hari belakangan (langit) hampir tidak ada awan, clear. Ketika tidak ada perawanan, energi masuk tanpa menghalangi sehingga udara terasa panas dan kering," ungkapnya ketika dihubungi Tribunbanyumas.com, Minggu (26/7/2020) lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan.jpg)