Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Bupati Wihaji Lapor DPRD, Piutang BPJS Kesehatan di Batang Capai Rp 30 Miliar, PBB Rp 40 Miliar

Piutang BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan ke RSUD Kalisari Batang dan RSUD Limpung jumlahnya sekira Rp 30 miliar.

TRIBUN BANYUMAS/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji menyampaikan laporan pertangungjawaban APBD 2019 kepada DPRD Kabupaten Batang pada sidang paripurna, Selasa (18/8/2020) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Bupati Bayang Wihaji melaporkan piutang BPJS Kesehatan yang hingga per 31 Desember 2019 mencapai sekira Rp 30 miliar.

Hal itu pun dilaporkan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Batang yang membahas tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran APBD Tahun 2019.

"Piutang BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan ke RSUD Kalisari Batang dan RSUD Limpung jumlahnya sekira Rp 30 miliar."

Klaster Baru Penularan Corona di Batang, Seusai Ikuti Reuni dan Berwisata ke Yogyakarta

BREAKING NEWS: Ada Gangguan Listrik di Banyumas Malam Ini, Berikut Wilayah Terdampak

Wisata Dieng Mulai Dipadati Pengunjung, Tiga Hari Capai 26 Ribu Orang

Gantikan Buku Uji KIR, Dishub Batang Sudah Gunakan Smart Card

"Itu karena per 31 Desember belum dibayarkan."

"Maka tercatat sebagai piutang," tutut Bupati Batang Wihaji kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (18/8/2020).

Wihaji mengatakan, piutang ini harus dilaporkan kepada DPRD sebagai pertanggungjawaban dalam mengelola keuangan pemerintah daerah kepada lembaga legislatif.

"Piutang BPJS Kesehatan mengganggu jalannya pelayanan rumah sakit."

"Tapi mau bagaimana lagi karena harus melayani masyarakat yang berurusan dengan rumah sakit."

"Maka tidak boleh ada kata mengganggu," ujarnya.

Bupati juga menyadari piutang ini menjadi pertanggungjawaban negara, pihaknya pun menyakini pasti akan ada solusi terbaik.

"Masalah piutang BPJS Kesehatan tidak hanya di Kabupaten Batang, tapi juga dialami hampir semua daerah," imbuhnya.

Selain BPJS Kesehatan, Wihaji juga melaporkan adanya piutang dari pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang besarannya mencapai Rp 40 miliar.

"PBB memang agak numpuk-numpuk sekira Rp 40 miliar."

"Untuk itu kelihatan banyak yang belum dibayarkan warga ke Pemkab Batang," timpalnya.

Disampaikan Wihaji, pihaknya siap menindaklanjuti piutang tersebut sesuai dengan masukan dan saran DPRD serta hasil evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah.

"Kami siap menindaklanjuti piutang PBB sesuai saran DPRD dan evalusi Gubernur," pungkasnya. (Dina Indriani)

Brebes Sudah Mulai KBM Tatap Muka, Gubernur Jateng: Awas Jangan Sampai Ada Klaster Sekolah

Ini Hasil Lengkap Rapat Virtual PSIS Semarang, Dragan: Skuad Mahesa Jenar Mulai Latihan 24 Agustus

Dugaan Mahar Politik Partai Nasdem Belum Berakhir, Bawaslu Kabupaten Semarang Diminta Cek Rekening

Laboratorium PCR Covid-19 Unsoed Purwokerto Sudah Bisa Digunakan, Tiap Hari Mampu Periksa 95 Sampel

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved