Berita Cilacap
Mengintip Warga Pesahangan Cilacap Bikin Tikar Daun Pandan, Berburu Bahan Baku Sampai Cianjur
Meski dalam perkembangannya, tikar tradisional daun pandan ini banyak menghadapi tantangan di tengah gempuran produk-produk pabrikan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Dahulu, di hutan dan kebun-kebun warga, banyak tumbuh tanaman pandan.
Warga memanfaatkan produk alam itu untuk membuat kerajinan yang bernilai.
Tikar pandan saat itu masih menjadi kebutuhan vital rumah tangga masyarakat tradisional.
Warga pun menanam tanaman itu untuk menjamin keberlangsungan industri rumahan mereka.
Hingga suatu ketika, tanaman pandan di kebun maupun hutan terserang wabah penyakit yang susah teratasi sehingga banyak yang mati.
Sayangnya, warga kemudian tak menanam lagi untuk mempertahankan kelestarian tanaman itu.
Lahan pandan terus menyusut hingga warga kekurangan bahan baku.
"Dahulu di sini banyak tanaman pandan, jadi ambilnya di sekitar sini saja," katanya.

• Terkendala Syarat Sistem Tiket Non Tunai, Alasan Belasan Objek Wisata Belum Buka di Banyumas
• Tiga Raperda Kota Tegal Disetujui Jadi Perda, Dedy Yon: Segera Kami Registrasikan ke Pemprov Jateng
Berburu Hingga Luar Daerah
Bahan baku di alam boleh menyusut, namun keterampilan warga tidak lantas raib.
Tradisi menganyam pandan susah dihilangkan.
Terlebih produk itu masih diminati pasar sehingga masih menjanjikan ekonomi bagi warga.
Karena ketiadaan bahan baku di desa, warga rela berburu pandan keluar daerah.
Beban pekerjaan warga menjadi tambah berat.
Mereka yang sebelumnya tinggal memetik di hutan dan kebun sekitar desa, kini harus berjuang keras untuk mendapatkan pandan hingga luar kota atau provinsi.