Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Wonosobo

Wow. . . Ada Lumbung Darah di Desa Pungangan Wonosobo, Bagaimana Fakta Sebenarnya?

Wow. . . Ada Lumbung Darah di Desa Pungangan Wonosobo, Bagaimana Fakta Sebenarnya?

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
handout
Ilustasi stok darah di lumbung darah - Desa Pungangan, Wonosobo, mempunyai lumbung darah. Gerakan yang bermula dari kelompok pengajian ini terealisasi sejak 1990-an. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Lumbung padi lazim di temukan di tiap desa pada masa lampau.

Namun, di Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, tak hanya ada lumbung padi, melainkan juga lumbung darah.

Bagaimana fakta sesungguhnya mengenai keberadaan lumbung darah di desa ini?

Resmi, DKPP Nyatakan Bawaslu Purbalingga Tak Profesional Tangani Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Soal Netralitas ASN dalam Pilkada, Eks Jubir KPK Johan Budi: Tak Ada PNS yang Netral, Itu Niscaya

PSBB Tahap Tiga Ditiadakan di Kota Tegal, Jumadi: Tak Mau Ekonomi Masyarakat Justru Terpuruk

Siasat SMP di Brebes Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Minta Siswa ke Sekolah Tak Pakai Seragam

Umumnya donor darah dilakukan perorangan. Tetapi di Pungangan, kegiatan itu sudah menjadi gerakan bersama hingga lahir kelompok donor darah.

Sehingga, warga kini sadar pentingnya ketersediaan darah ketika menghadapi situasi darurat.

Keberadaan kelompok donor darah di desa ini tak ayal diapresiasi oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo.

Ia kagum dengan kepedulian serta solidaritas warga Desa Pungangan, yang telah menginisiasi berdirinya 'lumbung darah' melalui kelompok donor darah di desa mereka.

"Mudah-mudahan kelompok ini, akan banyak membawa kemanfaatan untuk kemanusiaan," katanya, Sabtu (8/8/2020).

Eko Purnomo pun telah mencanangkan 'Desa Lumbung Darah' bersamaan dengan penutupan TMMD Sekuyung Tahap II Tahun 2020 di Desa Pungangan Kecamatan Mojotengah beberapa waktu lalu.

Eksistensi kelompok ini ternyata sudah sejak lama.

Menurut penuturan Kepala Desa Pungangan Supriyono, kelompok donor darah ini berdiri pada 8 Juli 1990.

Inisiatif gerakan itu justru datang dari sebuah kelompok pengajian.

Mulanya, anggota awal gerakan lumbung darah ini hanya 7 orang.

Pendirian kelompok itu bukan tanpa alasan.

Penderitaan seorang warga yang sakit memantik kepedulian sosial.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved