Breaking News:

Berita Tegal

Kendala Pembelajaran Daring di Tegal, Semakin Siang Kehadiran Siswa Semakin Menyusut

Empat SMP di Kota Tegal, memilih untuk tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah.

Istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengecek proses pembelajaran daring di SMAN 11 Semarang, Rabu (29/7/2020). (Istimewa) 

Hal itu disampaikan Sutrisyanto berdasarkan hasil evaluasi rutinan berlangsungnya PJJ.

Sutrisyanto mengatakan, ada penurunan partsipasi anak saat guru-guru di SMP N 4 Kota Tegal memberikan pelajaran melalui Google Classroom.

Ia mencontohkan, semisal dalam sehari ada empat mata pelajaran (Mapel).

Pada jam pertama, menurut Sutrisyanto, partsipasi siswa dalam kehadiran masih full 100 persen.

Namun pada jam ketiga, bisa menyusut hingga 50 persen.

Ia mengatakan, bahkan pada jam keempat bisa sampai 20 persen.

"Begitu classroom kita buka, kan suruh absen. Mereka komen dengan nama lengkap. Contoh satu kelas 30 orang, itu bisa penuh jam 08.00 WIB. Tapi jam berikutnya ini kok menyusut. Jadi keiikutsertaan peserta didik dari 30 bergeser sampai 50 persen," jelasnya.

Sutrisyanto mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi sistem KBM dari rumah dengan sistem daring.

Ia mengatakan, bisa jadi ada kejenuhan dari para siswa dengan belajar secara daring.

Selain itu, bisa juga pembelajaran dengan handphone itu menganggu konsentrasi siswa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved