Berita Tegal
Kendala Pembelajaran Daring di Tegal, Semakin Siang Kehadiran Siswa Semakin Menyusut
Empat SMP di Kota Tegal, memilih untuk tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Rival Almanaf
Ia mengatakan, bahkan pada jam keempat bisa sampai 20 persen.
"Begitu classroom kita buka, kan suruh absen. Mereka komen dengan nama lengkap. Contoh satu kelas 30 orang, itu bisa penuh jam 08.00 WIB. Tapi jam berikutnya ini kok menyusut. Jadi keiikutsertaan peserta didik dari 30 bergeser sampai 50 persen," jelasnya.
Sutrisyanto mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi sistem KBM dari rumah dengan sistem daring.
Ia mengatakan, bisa jadi ada kejenuhan dari para siswa dengan belajar secara daring.
Selain itu, bisa juga pembelajaran dengan handphone itu menganggu konsentrasi siswa.
"Jadi masalahnya ada penurunan partisipasi anak dari jam pertama ke jam kedua. Ini belum ketemu terobosannya," katanya.
Untuk orangtua siswa, menurut Sutrisyanto, tidak ada komplain.
Ia mengatakan, para orangtua hanya meminta agar tugas-tugas tidak terlalu berat.
• Penadah Motor Curian Warga Banyumas Ditangkap Setelah Menjual Motor Curian Di Facebook
• Berikut Jadwal Samsat Online Keliling atau Samsat Siaga di Kota Tegal
• Pengamat: Pemkot Euforia Zona Hijau Masyarakat Jadi Korban, Kasus Positif Covid-19 Kembali Melonjak
• Tak Dicegah Pindah ke Arsenal, Willian Justru Kecewa kepada Chelsea
Ia pun sudah berkoordinasi dengan para guru, untuk tidak memberikan beban tugas berat.
Seperti menggunakan video.
Menurut Sutrisyanto, intinya tugas itu tidak menyedot pulsa banyak.
"Kami sudah sepakat, keluhan yang utama di kuota. Jadi jangan memberikan beban tugas yang menggunakan video. Pakai PPT yang bergerak saja. Pokoknya tidak nyedot pulsa banyak," ungkapnya. (fba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-saat-mengecek-proses-pembelajaran-daring.jpg)