Kamis, 7 Mei 2026

Berita Tegal

Kendala Pembelajaran Daring di Tegal, Semakin Siang Kehadiran Siswa Semakin Menyusut

Empat SMP di Kota Tegal, memilih untuk tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah.

Tayang:
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengecek proses pembelajaran daring di SMAN 11 Semarang, Rabu (29/7/2020). (Istimewa) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Empat SMP di Kota Tegal, memilih untuk tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah.

Mereka tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), meski 32 SMP yang lain sudah melangsungkan KBM tatap muka sejak awal Juli 2020.

Empat SMP tersebut, yaitu SMP N 9, SMP N 4, SMP Kristen Putra Wacana, dan SMP Tunas Hidup Harapan Kita.

Waka Kurikulum SMP N 4 Kota Tegal, Sutrisyanto mengatakan, alasan tidak diajukannya KBM tatap muka karena 20 persen sampai 30 persen adalah siswa dari luar Kota Tegal.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini Sabtu 8 Agustus, dari Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

Pengamat: Pejabat Pemkot Tegal Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban Covid-19

Nasib Ronaldo dan Juventus yang Tidak Sejalan di Liga Champions

Cerita Nakes Positif Covid-19 Kota Tegal Jalani Swab Test Ulang untuk Dapatkan Second Opinion

Banyak dari wilayah Kabupaten Tegal, seperti Desa Mejasem, Desa Kaladawa, dan Pagongan.

Selain itu beberapa guru juga berasal dari Desa Mejasem, Kabupaten Tegal.

Sutrisyanto menjelaskan, hasil angket yang diberikan kepada orangtua siswa, mereka lebih memilih untuk PJJ.

Ia mengatakan, sejumlah 60 persen orangtua menginginkan KBM berlangsung secara daring.

"Ya alasan kami untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak. Kami rapatkan dengan komite, jadi amannya kami tidak mengusulkan untuk tatap muka," kata Sutrisyanto kepada tribunbanyumas.com, Jumat (7/8/2020).

Meski tidak mengajukan KBM tatap muka, kesulitan tetap dialami oleh para guru di SMP N 4 Kota Tegal dalam mengajar sekira 520 siswa.

Hal itu disampaikan Sutrisyanto berdasarkan hasil evaluasi rutinan berlangsungnya PJJ.

Sutrisyanto mengatakan, ada penurunan partsipasi anak saat guru-guru di SMP N 4 Kota Tegal memberikan pelajaran melalui Google Classroom.

Ia mencontohkan, semisal dalam sehari ada empat mata pelajaran (Mapel).

Pada jam pertama, menurut Sutrisyanto, partsipasi siswa dalam kehadiran masih full 100 persen.

Namun pada jam ketiga, bisa menyusut hingga 50 persen.

Ia mengatakan, bahkan pada jam keempat bisa sampai 20 persen.

"Begitu classroom kita buka, kan suruh absen. Mereka komen dengan nama lengkap. Contoh satu kelas 30 orang, itu bisa penuh jam 08.00 WIB. Tapi jam berikutnya ini kok menyusut. Jadi keiikutsertaan peserta didik dari 30 bergeser sampai 50 persen," jelasnya.

Sutrisyanto mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi sistem KBM dari rumah dengan sistem daring.

Ia mengatakan, bisa jadi ada kejenuhan dari para siswa dengan belajar secara daring.

Selain itu, bisa juga pembelajaran dengan handphone itu menganggu konsentrasi siswa.

"Jadi masalahnya ada penurunan partisipasi anak dari jam pertama ke jam kedua. Ini belum ketemu terobosannya," katanya.

Untuk orangtua siswa, menurut Sutrisyanto, tidak ada komplain.

Ia mengatakan, para orangtua hanya meminta agar tugas-tugas tidak terlalu berat.

Penadah Motor Curian Warga Banyumas Ditangkap Setelah Menjual Motor Curian Di Facebook

Berikut Jadwal Samsat Online Keliling atau Samsat Siaga di Kota Tegal

Pengamat: Pemkot Euforia Zona Hijau Masyarakat Jadi Korban, Kasus Positif Covid-19 Kembali Melonjak

Tak Dicegah Pindah ke Arsenal, Willian Justru Kecewa kepada Chelsea

Ia pun sudah berkoordinasi dengan para guru, untuk tidak memberikan beban tugas berat.

Seperti menggunakan video.

Menurut Sutrisyanto, intinya tugas itu tidak menyedot pulsa banyak.

"Kami sudah sepakat, keluhan yang utama di kuota. Jadi jangan memberikan beban tugas yang menggunakan video. Pakai PPT yang bergerak saja. Pokoknya tidak nyedot pulsa banyak," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved