Breaking News:

Berita Banjarnegara

Bupati Banjarnegara Kesal dengan Sikap DPRD soal KUA-PPAS, Budhi: Kudune Inyong Kepriwe Yah?

Bupati Banjarnegara Kesal dengan Sikap DPRD soal KUA-PPAS, Budhi: Kudune Inyong Kepriwe Yah?

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran 2020 di DPRD Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, mengaku kesal dengan sikap anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara.

Sebab, legislatig dianggap kurang menghargai waktu dalam rapat paripurna dengan agenda Penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran 2020.

Budhi menyampaikan kekesalannya itu saat memberikan pidato pengantar penyerahan Rancangan KUA-PPAS APBD Perubahan Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran 2020 di gedung DPRD Kabupaten Banjarnegara, Jumat (7/8/2020).

Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Siswi SMK Ini Mengais Padi Sisa Panen demi Hp untuk Belajar Daring

Kisah Pilu Ibu di Jombang Diabaikan Petugas Rumah Sakit, Melahirkan Sendiri Bayinya Meninggal

Unnes Nilai Mahasiswanya Kritis tapi Tidak Proporsional, soal Adukan Menteri Nadiem ke Komnas HAM

Lockdown Sementara, Satu RT di Kampung Kranji Purwokerto, Ada Pasien Meninggal Karena Covid-19

Budhi selaku wakil dksekutif (pemerintah) merasa dibuat bingung.

DPRD sudah membuat jadwal penyerahan Rancangan KUA PPAS APBD Perubahan agar eksekutif menyesuaikan.

Eksekutif kemudian diberi waktu hari Jumat (7/8) untuk menyerahkan rancangan KUA PPAS.

Tetapi ia dibuat kaget ketika hari Rabu pihaknya disurati lagi oleh DPRD agar jangan sampai terlambat karena bisa menyalahi undang-undang.

Padahal, pihaknya sebenarnya sudah siap menyerahkan rancangan itu sejak hari Senin sebelumnya.

Tetapi pihak legislatif yang akan membahas rancangan KUA PPAS itu justru dinilainya lebih mendahulukan kunjungan kerja (kunker).

“Aku kadang-kadang cok bingung dhewek. Jere kon aja ketelat nyerahna KUAPPAS Perubahan. (Saya kadang-kadang suka bingung sendiri. Katanya supaya jangan sampai telat menyerahkan KUA-PPAS Perubahan.)"

"Jere mbok nyalahi undang-undang. Jane eksekutif wis siap sekang dina Senen. (Katanya jangan menyalahi undang-undang. Sebenarnya eksekutif sudah siap sejak hari Senin.)"

"Tapi sing arep mbahas malah lewih apik milih kunja. Terus kudune inyong kepriwe yah? (Tapi yang mau membahas (DPRD) malah memiilih kunja kunjungan kerja. Terus saya harus gimana yah?),” sentilnya dengan dialek Banyumasan yang kental.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved