Berita Jawa Tengah

KIT Batang Bakal Butuh Ribuan Tenaga Kerja, Kades Mulai Diminta Data Calon Pekerja

Pemkab Batang dituntut menyiapkan calon tenaga kerja agar ada perimbangan tenaga kerja dalam pemenuhan kebutuhan industri, terutama untuk KIT Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/DINA INDRIANI
Bupati Batang, Wihaji. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Keberadaan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang digadang-gadang akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Pasalnya, KIT Batang akan berdiri juga Politeknik dan Megatronik sebagai distributor tenaga kerja yang mempunyai skil 4.0 di bawah Kementerian Per industrian ( Kemenperin).

Bupati Batang Wihaji mengatakan, pihaknya telah menyampaikan pointer penting kepada Pemerintah Pusat yang harus melibatkan tenaga kerja warga asal Kabupaten Batang.

Cerita Siswa Belajar Daring di Rumah Aspirasi Bambang Kusriyanto, di Susukan Kabupaten Semarang

Jalankan Instruksi Dinkes Jateng, RSI Muhammadiyah Kendal Tambah Tiga Ruang Isolasi

Novi Ngaku Dendam dan Sempat Ada Hubungan Khusus dengan Korban, Kasus Teror Orderan Fiktif di Kendal

Letkol Inf Iman Widhiarto Jabat Dandim 0715 Kendal, Pejabat Sebelumnya Geser ke Klaten

"Oleh karena itu, kami harus menyiapkan calon tenaga kerja agar ada perimbangan tenaga kerja dalam pemenuhan kebutuhan industri," tutur Bupati Batang Wihaji, Selasa (4/8/2020).

Dikatakannya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (4/8/2020), semua dilakukan atas dasar keberpihakan kepada warga Batang yang membutuhkan pekerjaan.

"Maka kami minta semua kepala desa (Kades) mendata calon tenaga kerja yang terlatih maupun tenaga kerja tidak terlatih," ujarnya.

Untuk menunjang tenaga kerja yang mumpuni, Wihaji juga meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja untuk membuka Kejar Paket C.

Atau setidaknya pelatihan kerja yang mendukung SDM yang dibutuhkan di dunia industri.

"Prasyarat tenaga kerja minimal setara SMA atau memiliki ketrampilan mesin, elektronik, dan lainnya."

"Oleh karena itu, kami siapkan dengan buka sekolah kejar paket atau pelatihan kerja," jelasnya.

Wihaji menambahkan, untuk percepatan tahap pertama dalam waktu dua tahun mulai dibangun 450 hektare.

"Kurun waktu dua tahun ke depan industri sudah mulai dibangun."

"Maka persiapan sedini mungkin tenaga kerja, agar bisa berkompetisi sebagai tenaga ahli maupun tenaga kerja lainya," pungkasnya. (Dina Indriani)

Kasus Teror Order Fiktif di Jungsemi Kendal, Pelaku Warga Demak, Sengaja Karena Dendam

15 Mobil Dinas Camat Diganti, Bupati Batang: Yang Lama Usianya Sudah 16 Tahun dan Sering Rusak

SMPN 4 Bawang Bangun Hotspot Internet 24 Jam, Bantu Siswa Terkendala Masalah Blankspot di Batang

Namanya Juhar, Teh Daun Pucuk Olahan Tradisional Warga Desa Sodong Batang, Sudah Sampai Jakarta

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved