Liputan Khusus
Prostitusi Online di Semarang - Solo Kian Marak saat Pandemi Corona, Berapa Tarifnya?
Prostitusi Online melalui media sosial (medsos) di Semarang - Solo Kian Marak saat Pandemi Corona, Berapa Tarifnya?
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -- Praktik prositusi online di kota-kota besar di Jawa Tengah (Jateng) kian marak, selama pandemi corona berlangsung. Di antaranya yang terjadi di Semarang dan Solo.
Perempuan penjaja kenikmatan sesaat itu menawarkan jasa melalui media sosial (medsos), di antaranya Facebook dan Twitter.
Lalu, berapa tarif mengencani wanita-wanita penjaja 'cinta' itu?
• Mucikari Prostitusi Online di Jombang Terima Rp100.000 Tiap Transaksi PSK: Ucapan Terima Kasih
• Kabar Gembira, Gaji ke-13 PNS Cair Agustus 2020, Tjahjo: Kira-kira 4,1 Juta ASN yang Terima
• Yuk, Intip Kekayaan Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng Dua Periode, mulai Rumah hingga Mobil Mewah
• Lisa Kendalikan 600 PSK Prostitusi Online di Berbagai Kota, Tarif Sekali Kencan hingga Rp25 Juta
Di Faceboook, mereka membuat grup tersendiri yang berisi para wanita, yang memajang foto-foto dan tarif "kencan".
Nama dan foto profile di grup itu tersamarkan sehingga hanya orang tertentu yang mengenalinya.
Berdasar penelusuran Tim Tribunjateng.com, selain di Facebook ada juga aplikasi lain yang sering dimanfaatkan oleh para PSK menjajakan diri.
Mereka menawarkan diri sendiri. Bukan "menjual" nama orang lain.
Dalam status yang mereka pajang, ada yang blak-blakan siap dibooking dan melayani seks, namun sebagian disamarkan dikemas sebagai paket pijat plus.
Mereka siap dipanggil ke rumah, namun lebih banyak perempuan itu menawarkan diri dan siap melayani tamu di kamar hotel/penginapan.
Tak jarang pula yang berpraktik di kamar kos eksklusif.
Selain menggunakan Facebook, operasional mereka sebagian menggunakan aplikasi Michat.
"Hanya yang Serius, Siap BO, ST saja, stay hotel, nawar nggak logis auto blok, hanya teman tak lebih, Ready, Chat di Bandungan, Hargai profesi, Need Valid", dan sebagainya, adalah modus mereka menawarkan diri.
Tribunjateng.com mewawancarai satu di antara pelanggan. Sebut saja Bambang (bukan nama sebenarnya).
Bambang pernah beberapa kali memanfaatkan aplikasi MiChat untuk mendapatkan PSK.
Ia mengetahui aplikasi tersebut bisa digunakan untuk berkencan dari teman-temannya yang telah lebih dulu mencoba.