Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Samsat Salatiga Bersyukur Ada Program Bebas Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Terjadi kenaikan partisipasi warga hingga 40 persen sejak dimulainya program Pemprov Jateng atas pembebasan BBNKB dan denda pajak di Salatiga.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
SAMSAT KOTA SALATIGA
Beberapa warga antre mengurus pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Kota Salatiga, Sabtu (18/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Kantor Samsat Kota Salatiga mencatat terjadi kenaikan partisipasi warga hingga 40 persen sejak dimulainya program Pemprov Jateng atas pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Denda Pajak.

Program tersebut terhitung mulai efektif sejak 17 Februari hingga 16 Juli 2020.

Kasi Pajak Kendaraan Samsat Kota Salatiga, Farida Hasanah mengatakan, program pembebasan BBNKB dan denda pajak banyak dimanfaatkan masyarakat secara baik.

Kasus Pertama di Salatiga, Pasien Covid-19 Meninggal, Pegawai Pengadilan di Kota Semarang

Kejari Salatiga Dirikan Posbindu, Sekaligus Berfungsi Jadi Klinik

Mega Dirikan Taman Baca di Pojok Rumah, Hindari Anak Kota Salatiga Kecanduan Gawai

Target Rampung Akhir Tahun Ini, Pembebasan Lahan Exit Tol Dalam Kota Salatiga

"Mereka sangat antusias untuk memanfaatkan pembebasan denda pajak ini."

"Dimana sejak 17 Februari 2020, catatan kami terjadi kenaikan partisipasi warga sebesar 40 persen," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (19/7/2020).

Menurut Farida, kenaikan partisipasi tersebut didominasi masyarakat yang akan membalikkan nama kendaraan karena gratis.

Meskipun di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), diakui masyarakat berdatangan untuk menyelesaikan urusan BBNKB 2 dan Denda Pajak.

"Kami kira program seperti ini bagus dan sangat membantu masyarakat."

"Jika secara berjangka diberlakukan tentu akan memudahkan petugas juga edukasi soal kewajiban membayar pajak," katanya.

Warga Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Lilis Erfianti menyampaikan, program bebas denda pajak kendaraan sangat membantu masyarakat.

"Habis pajaknya pada April 2020, berhubung saat itu dianjurkan stay at home karena Covid-19, maka saya enggan bayar pajak."

"Setelah new normal baru memanfaatkannya meski sudah hari-hari terakhir."

"Ini sangat membantu karena tidak dikenai denda,” ujarnya. (M Nafiul Haris)

Kepergok Asyik Berduaan di Losmen, Bupati Banjarnegara: Dua Oknum ASN Pasti Dikenai Sanksi

Pak RT Minta Pemkab Purbalingga Alihkan Haknya untuk Keluarga Atun: Rumahnya Lebih Layak Dibedah

Masih Nekat Tarik Pungutan ke Wali Murid, Bupati Banyumas: Si Kepala Sekolah Bakal Kami Copot

Tahun Depan Warga Desa di Adipala Cilacap Sudah Terbebas BABS, Indonesia Power Bantu Bangun Jamban

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved