Breaking News:

Teror Virus Corona

Anggota DPRD Jateng Meninggal Karena Covid-19, Hasil Rapid Test Rekan Sekantor Nonreaktif

Dinkes Provinsi Jawa Tengah terus melakukan pelacakan dengan pelaksanaan tes terkait meninggalnya seorang anggota DPRD Jateng karena virus corona.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Rival Almanaf
DOKUMENTASI DINKES JATENG
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah terus melakukan pelacakan dengan pelaksanaan tes terkait meninggalnya seorang anggota DPRD Jateng karena terpapar virus corona.

Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menuturkan pihaknya sudah melakukan prosedur standar jika ada seseorang yang positif corona.

Razia Masker Juga Akan Jadi Fokus Polisi Dalam Operasi Patuh 2020

Komunitas Pesepeda Dinkominfo Banyumas Bagikan Masker dan Sosialisasi Pencegahan Covid-19

Kronologi Tertangkapnya Muda-mudi Mesum di Dalam Mobil yang Terparkir di Depan Rumdin Wabup Tuban

Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Pabrik Tekstil di Sragen Setelah Berjibaku Selama Lima Jam

"Kami sudah melakukan tes, dan sejauh ini, tidak ada yang ditemukan reaktif dan juga tidak ditemukan yang positif melalui PCR (polymerase chain reaction)."

"Sejauh ini tidak ada, semoga tidak ada," katanya, Jumat (17/7/2020).

 Seperti diketahui, seorang legislator Jateng, Samsul Bahri meninggal setelah dinyatakan terkonfirmasi positif corona pada Minggu (12/7/2020) malam.

Sebelumnya, dia dirawat beberapa hari dengan status suspek (sebelumnya: pasien dalam pengawasan/PDP) di RSUD Moewardi Solo.

Pada hari berikutnya, sebanyak 50 anggota dewan beserta staf yang merupakan satu ruangan kerja dengan almarhum menjalani tes cepat atau rapid test dan hasilnya nonreaktif.

Terkuak Alasan Valentino Rossi Belum Juga Tanda Tangan Kontrak Bareng Petronas Yamaha di MotoGP

Update Banjir dan Tanah Longsor di Sulawesi Selatan, Korban Jiwa Tembus 21 Orang

Dua Pemuda Kapok Tidak Kenakan Masker Setelah Dapat Hukuman Menaiki Ambulans

Pelaku Pembunuh Remaja di Kota Pekalongan Ditangkap Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Selain itu, Yulianto menegaskan, berdasarkan tracing yang dilakukan pihaknya, tidak ada yang benar-benar kontak erat dengan almarhum.

"Kontak erat yang dimaksud yakni berdekatan atau tatap muka dalam radius satu meter dan dalam waktu lama."

"Kami tidak menemukan yang benar-benar kontak erat tersebut," jelasnya.

Penajabaran kontak erat lainnya yakni sentuhan fisik lansung.(mam)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved