Berita Purbalingga

Ingin Bangun Monumen, Ajudan II Jenderal Soedieman Mayor Abu Arifin Tunggu Balasan Surat Ganjar

Di situ, Mayor (purn) Abu Arifin sering menghabiskan hari-harinya dengan menulis perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Rahdyan Trijoko Pamungkas
Mantan ajudan II Jenderal Besar Soedirman, Mayor (Pur) Abu Arifin (99) berbagi cerita sejarah perjuangan di rumahnya di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Purbalingga. Ia ingin rumahnya tersebut rencananya akan dijadikan monumen perjuangan. Meski mata kirinya terserang kanker, Abu Arifin masih aktif menulis. Ia juga ingin, pada ultah ke-100 nanti, dapat membagikan buku karyanya ke Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah pejabat negara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sebuah rumah pinggir jalan di Desa Dawuhan Kecamatan Padamara tampak beda dari rumah lain di sekitarnya.

Ada ruang yang selalu terbuka di bagian depan rumah itu.

Dindingnya dipenuhi foto-foto tentang perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Ratusan buku tertata rapi di rak yang menempel tembok.

Ada bangku yang di atasnya berserak beberapa lembar kertas folio bertuliskan tangan.

Di situ, Mayor (purn) Abu Arifin sering menghabiskan hari-harinya dengan menulis perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku.

Semakin Banyak Tenaga Kesehatan Jadi Korban Covid-19, IDI Kota Semarang Minta Fasilitas Tes Berkala

Empat Bulan Vakum Karena Pandemi Covid-19, Lawang Sewu Semarang Sudah Bisa Dikunjungi Lagi

Wajib Belajar Jarak Jauh di Banyumas, Bunda PAUD Diminta Bantu Siswa Tak Miliki Akses Internet

Salatiga Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Hingga Desember 2020, Sesuai Edaran Gubernur Jateng

Pengalaman yang wajib ia abadikan tentu, perjalanan hidupnya bersama Panglima Besar Jenderal Soedirman saat Agresi Belanda II, 1948.

Ajudan II Jenderal Soedirman itu selalu setia mengawal atasannya, termasuk saat perang gerilya.

Usia Arifin beberapa bulan lagi genap seabad.

Tetapi masih banyak pekerjaan yang belum berhasil ia selesaikan.

Ada cita-cita mulia yang belum kesampaian. Arifin masih mengebut penulisan buku sejarah yang sebagian telah masuk tahap penjilidan.

Ia juga masih berambisi mengembangkan museum mini yang menyatu dengan rumah sempitnya.

Arifin berencana membangun monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman di depan rumah untuk menunjang museumnya.

Sepertinya langkah Arifin untuk mewujudkan itu semakin berat.

Tubuhnya semakin rapuh termakan usia.

Satu matanya bahkan kini tak bisa melihat karena selalu tertutup perban.

Ia menderita tumor di bagian matanya hingga penglihatannya terganggu.

Tetapi ia mantan pejuang. Seganas apapun penyakit itu belum sebanding dengan derita memperjuangkan kemerdekaan.

Dengan satu mata yang masih berfungsi normal, Arifin masih aktif menulis dan berkegiatan sosial.

Ia pun masih bekerja keras melengkapi koleksi museum sejarahnya.

Arifin sedang memesan replika dokar yang menjadi kendaraan Jenderal Soedirman.

Replika tandu dari bambu untuk kendaraan Jenderal Soedirman sudah terpasang di pojok depan museum mininya.

"Tunjangan veteran saya yang tak seberapa, saya peruntukkan untuk kepentingan sejarah. Untuk makan sehari-hari, saya ikut anak," katanya.

Tetapi ia tetap berat mengembangkan museum mini tanpa dukungan pihak lain yang sama peduli sejarah.

Ia berencana melengkapi museum mininya dengan patung Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Arifin telah memplester teras rumahnya yang sempit di sisi jalan, sekira 2x3 meter.

Di situ, patung Jenderal Soedirman akan ia letakkan.

Tetapi ia kekurangan dana untuk membuat patung yang direncanakannya setinggi sekitar 1,5 meter.

Karenanya ia berkirim surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

Melalui surat yang dikirim melalui Kantor Pos itu, Arifin memberitahukan misi mulianya itu untuk kepentingan sejarah.

Ajudan Jenderal Soedirman Ingin Bagikan Buku Karyanya di Ultah ke-100, Abu Arifin: Saya Undang SBY

Revitalisasi Terminal Bulupitu Purwokerto Dimulai, Ada Eskalator dan Hall Transit Layaknya Bandara

Sekolah Negeri Maupun Swasta Terapkan Pembelajaran Daring, Ini Pertimbangan Bupati Banyumas

Saat Siswa Berprestasi Justru Tidak Lolos Sistem PPDB Saat Ini dan Pilih Putus Sekolah

Ia berharap gubernur membalas suratnya serta mendukung rencananya.

Syukur, gubernur bersedia membantu mengadakan patung Jenderal Soedirman di depan rumahnya.

Sayang hingga hingga saat ini suratnya belum terbalas.

Entah, apakah surat Ajudan panglima TNI pertama itu telah diterima dan dibaca Ganjar Pranowo atau kah belum.

Sampai saat ini, belum ada yang menghubunginya.

Tetapi Arifin optimis, suratnya akan segera dibalas. Lalu ada kabar baik untuknya.

"Mungkin dua hari lagi," katanya. (Aqy)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved