Breaking News:

Berita Regional

Puluhan Anak-anak Ini Belajar di Kuburan, Ternyata Malah Diinisiasi Polisi, Begini Ceritanya

Puluhan Anak-anak Ini Belajar di Kuburan, Ternyata Malah Diinisiasi Polisi, Begini Ceritanya. Ternyata karena tak mampu ikuti pembelajaran online

KOMPAS.COM/HENDRA CIPTO
Aiptu Paleweri mendidikan posko belajar bersama di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dadi selama belajar online. 

“Banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu, tidak bisa sekolah online. Orangtua mereka kesulitan membeli kuota internet sehingga saya memasukkan jaringan internet (ke area pekuburan). Setelah ada internet, banyak anak-anak dari tingkat SD, SMP, SMA terpaksa duduk di atas kuburan sambil belajar."

TRIBUNBANYUMAS.COM – Potret anak-anak miskin yang tak mampu mengikuti pembelajaran online, karena keterbatasan infrastruktur dan ketiadaan biaya membeli kuota internet, tersaji di Kota Makassar.

Sekitar 80 anak-anak miskin terpaksa belajar di pekuburan umum. Karena keadaan, bagi mereka, kini kuburan merupakan tempat yang menyenangkan, bukan menyeramkan.

Belajar bersama di atas area kuburan ini, ternyata diiniasi oleh seorang anggota polisi, Aiptu Palewari.

Puluhan anak-anak yang belajar bersaama di atas area makan ini adalah anak-anak dari keluarga miskin yang bermukim di pinggir Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dadi, Makassar.

Pembelajaran Jarak Jauh akan Diterapkan Permanen, Mendikbud: Adaptasi Teknologi Itu Pasti

Raja Jogja Tak Izinkan Siswa Kembali Belajar di Sekolah, Sri Sultan HB X: Saya Belum Berani

Menteri Muhadjir: Sekolah Dibuka Awal 2021 atau Akhir Tahun Ini, Semester Depan Masih Online

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Kondisi anak-anak yang tak bisa mengikuti pembelajaran online, karena tak mempunyai smartphone dan juga tak mampu membeli kuota internet itu menggugah hati Polsekta Mamajang, yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas tersebut.

Paleweri kemudian menginisiasi penyediaan fasilitas internet di kompleks TPU Dadi hingga mendirikan tempat belajar bersama.

Kompleks TPU Dadi dipilih menjadi lokasi belajar karena daerah sekitarnya penuh dengan rumah penduduk.

Tak ada lagi lokasi untuk bisa mendirikan bimbingan belajar (bimbel).

Paleweri juga tidak segan mengeluarkan dana pribadi untuk membangun tempat tersebut, misalnya untuk tenda, kursi, meja, serta fasilitas internet.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved