Breaking News:

Berita Kesehatan

Naik 15 Persen Selama Pandemi Covid-19, Angka Kehamilan di Kabupaten Semarang, Ini Penyebabnya

Pemkab Semarang memperkirakan angka kehamilan di Kabupaten Semarang naik 15 persen selama masa pandemi virus corona.

TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Pelayanan alat kontrasepsi di Puskesmas Bringin, Kabupaten Semarang, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pemkab Semarang memperkirakan angka kehamilan di Kabupaten Semarang naik 15 persen selama masa pandemi virus corona.

Sebab selama tiga bulan terakhir, layanan KB di Kabupaten Semarang sempat terhenti.

Termasuk akseptor yang tak mendapatkan layanan.

Bupati Semarang, Mundjirin menuturkan, target Pemkab Semarang pada tahun ini yakni 23 ribu akseptor terlayani di Kabupaten Semarang.

9 Hari Tangkap 67 Tersangka Kasus Perjudian di Jateng, Polda Jateng: Judi Online Tunggu Gilirannya

Pilkada Kabupaten Semarang, Bintang Narsasi: Relawan Sudah Siap

Mayjen TNI Bakti Agus Fajari Jabat Pangdam IV Diponegoro

Warga Geruduk Kantor Desa Pejogol, Tuntut Kaur Kesra Mundur Karena Kepergok Berselingkuh

"Saat ini karena ada pandemi virus corona, jadi sempat 3 bulan terhenti."

"Target tersebut baru 30 persen terpenuhi hingga semester pertama di 2020 ini," kata Mundjirin di Puskesmas Bringin, Kabupaten Semarang, Senin (29/6/2020).

Kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/6/2020), untuk kenaikan 15 persen angka kehamilan di Kabupaten Semarang, ia menilai disebabkan karena beberapa hal.

Khususnya dalam kaitannya layanan KB yang membutuhkan bantuan petugas untuk pemasangan.

"Misal susuk, spiral, suntik, harus dilakukan petugas," jelasnya.

Dia menjelaskan, saat pandemi virus corona di Kabupaten Semarang mereda, petugas melakukan optimalisasi pelayanan KB.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved