Breaking News:

Berita Pendidikan

Kendala SLB Yakut Purwokerto Terapkan Belajar Daring, Anak Kami Jadi Gampang Marah

Selama berada di rumah, pihak sekolah sulit untuk memantau progres kemandirian siswa yang sebelumnya sudah dilakukan di sekolah.

TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala SLB Yakut Purwokerto, Netti Lestari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar yang semula dilakukan tatap muka, harus dilakukan secara daring melalui teknologi digital.

Sayangnya, tidak semua sekolah dapat menjalankan program belajar dari rumah (BDR) secara mudah.

Banyak yang lupa bahkan abai jika Sekolah Luar Biasa (SLB) membutuhkan sistem belajar yang berbeda.

Belajar dari rumah sudah diterapkan sejak pertengahan Maret 2020.

Jalur Pendakian Gunung Lawu Sudah Dibuka, Basecamp Candi Cetho Karanganyar Sediakan Ruang Isolasi

Tren Kasus Covid-19 Mulai Menurun di Salatiga, Sekda: Perwali Menuju New Normal Sedang Disiapkan

Naik 15 Persen Selama Pandemi Covi-19, Angka Kehamilan di Kabupaten Semarang, Ini Penyebabnya

Warga Geruduk Kantor Desa Pejogol, Tuntut Kaur Kesra Mundur Karena Kepergok Berselingkuh

Kepala SLB Yakut Purwokerto, Netti Lestari menyampaikan, metode BDR melalui kanal media sosial.

Sebelumnya, pembelajaran dilakukan dengan cara mengirimkan tugas kepada para siswa.

Namun, menurutnya cara tersebut dinilai kurang efektif untuk menyampaikan pokok pelajaran.

Ia menyampaikan, keseluruhan siswa dari jenjang TK LB sampai SMA LB berjumlah 106 orang.

SLB Yakut Purwokerto merupakan sekolah dengan siswa penyandang tuna rungu.

Materi yang disampaikan lebih ditekankan pada proses kemandirian siswa.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved