Breaking News:

Berita Pekalongan

Waspada! Kasus DBD di Kabupaten Pekalongan Masih Tinggi

Meskipun jumlah kasus penyakit demam berdarah dangue (DBD) di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 ini menurun, namun masyarakat harus tetap waspada.

Editor: Rival Almanaf
Welcome to all and thank you for your visit ! ? dari Pixabay
Ilustrasi demam berdarah dengue (DBD). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Meskipun jumlah kasus penyakit demam berdarah dangue (DBD) di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 ini menurun, namun masyarakat harus tetap waspada.

Kasus DB yang dirawat di RSUD Kajen, selama bulan Mei-Juni 2020 ada 78 orang.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD Kajen, dr Imam Prasetyo pada Tribunbanyumas.com.

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Virus Corona Setelah Dapat Jaminan dari Gugus Tugas Covid-19

Seorang Pria dengan Bekas Luka Bacok Ditemukan Tergeletak di Tambakaji Semarang

Jadwal Acara TV Hari Ini Minggu 28 Juni di Trans TV, GTV, RCTI, Trans 7 ada Film Karate Kid

Ketum PSSI Iwan Bule Tegaskan Shin Tae-yong Tetap Menjadi Pelatih Timnas Indonesia

"78 pasien tersebut dengan rincian, pasien laki-laki 25 orang dan perempuan 26 orang, atau ada 51 pasien dewasa, dan 27 pasien anak-anak," kata dr Imam, Sabtu (27/6/2020).

Menurutnya, sampai bulan Juni 2020 kasus terbanyak di Kecamatan Kajen sebanyak 8 kasus, kemudian disusul Kecamatan Karanganyar 5 kasus, dan Kecamatan Kesesi 5 kasus.

"Tahun ini terbanyak di Kajen sebanyak 8 kasus, kalau tahun 2019 paling banyak di Kecamatan Karanganyar sebanyak 14 kasus."

"Alhamdulillah tidak ada pasien meninggal akibat DB," ujarnya.

Dr Imam mengatakan, sampai saat ini di RSUD Kajen masih meniadakan jam besuk karena berbagai pertimbangan.

Viral Skandal Seks Mobil Goyang, Kendaraan Putih Bertuliskan PBB, Pelaku Diyakini Staf Perdamaian

Ukir Rekor Bersama Liverpool, Ternyata Klopp Sudah Tepat Pernah Tolak Manchester United

Truk Trailer Tabrak Pagar Jalur Penyelemat di Jalan Tol Solo - Semarang, 1 Orang Tewas

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Jawa Timur Salip DKI Jakarta, Begini Kata Gubernur Khofifah

Saat disinggung mengenai selama masa pandemi Covid-19 tingkat kunjungan pasien di rumah sakit, pihaknya mengungkapkan kunjungan pasien menurun tajam.

"Diperkirakan, warga takut terpapar virus corona saat berada di rumah sakit atau takut terindikasi reaktif corona sehingga khawatir akan dimasukkan ke ruang isolasi,"

"Adanya virus corona atau Covid-19, tingkat kunjungan pasien menurun tajam dan penurunan hampir 60 persen," ungkapnya. (Dro)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved