Senin, 20 April 2026

Teror Virus Corona

Ini Penyebab Kasus Virus Corona Bertambah Signifikan di Kota Semarang

Penambahan kasus Covid-19 yang signifikan ini di Kota Semarang dinilai Pemkot Semarang karena hasil pengembangan dari klaster-klaster lama.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Melihat data yang tersaji Rabu (24/6/2020) pukul 12.15 pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, jumlah pasien positif Covid-19 kini mencapai 599 orang. 

Jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang itu mengalami lonjakan beberapa hari terakhir ini.

Berdasarkan data Pemkot Semarang, jumlah pasien sembuh ada 535 orang.

Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal telah mencapai 120 orang.

Ruang Gerak Jaksa Terbatas dalam Sidang Online, Sulit Gali Keterangan Saksi Apalagi Periksa Bukti

Tegal Jadi Pusat Distribusi Narkoba Wilayah Pantura Barat Jateng, Ini Penjelasan BNN

Menyoal Bukti Pelanggaran Netralitas Sekda Kabupaten Semarang, Bupati: Kami Sanksi Secara Bertahap

Satu KK Dapat Dua BST di Pedurungan Semarang, Ketua RT Tanya Kelurahan: Karena Istrinya Kader PKK

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penambahan kasus Covid-19 yang signifikan ini merupakan pengembangan dari klaster-klaster lama.

Seperti dari Klaster Pasar, Pesta Pernikahan, hingga Tenaga Kesehatan (nakes).

"Jadi klaster lama seperti pasar hingga hajatan itu, setelah dicari dan ditracking keluarganya, tetangganya, nambah lagi."

"Ini kami lagi menyelesaikan tracking tersebut sampai tuntas."

"Termasuk yang nakes itu kami tracking semua ke keluarga, tetangga, dan kawannya supaya mata rantainya benar-benar putus," jelas Hendi, sapaan akrabnya.

Kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (24/6/2020), Hendi berkata, tenaga medis yang sebelumnya dikerahkan untuk melakukan tes massal di area publik digeser penugasannya.

Dimana kini mereka melakukan tracking ke klaster-klaster penularannya.

Begitu penelusuran telah rampung, Pemkot Semarang akan melanjutkan tes massal secara masif.

Dalam melakukan penelusuran klaster-klaster lama, Pemkot Semarang melakukan kombinasi antara rapid test dan swab test.

Tenaga medis akan melakukan rapid test terlebih dahulu.

Apabila hasil rapid test menunjukan reaktif, ditindaklanjuti dengan swab test.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved